fbpx
Connect with us

Sosial

Terjaring Saat Nongkrong di Warung, Para Pelajar Ini Beralasan Izin Ambil Seragam Olahraga

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Belasan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Gunungkidul yang tengah asyik nongkrong di sebuah warung terjaring razia yang diselenggarakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Inspektorat Gunungkidul pada Selasa (19/11/2019) pagi tadi. Para pelajar tersebut diamankan lantaran kedapatan berkeliaran ketika jam sekolah. Pembinaan pun dilakukan oleh petugas kepada pelajar yang diduga membolos itu guna memberikan efek jera.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Bidang Penegakan Peraturan, Satpol PP Gunungkidul, Tri Sugiyardi menjelaskan, petugas gabungan pagi tadi menggelar operasi dengan menyasar kawasan Kota Wonosari. Beberapa titik disisir oleh petugas dengan sasaran para ASN maupun pelajar yang berkeliaran ketika jam kerja maupun jam sekolah. Saat tim tiba di sejumlah warung, pihaknya mendapati adanya sejumlah pelajar masih mengenakan seragam sekolah tengah asyik nongkrong di warung yang berada di kawasan kota.

“Ada 3 titik warung yang kami dapati ada sejumlah pelajar tengah asyik nongkrong,” kata Tri Sugiyarto, Selasa siang.

Total dalam operasi ini, petugas sempat mengamankan sebanyak 13 pelajar. Para pelajar ini berasal dari sejumlah SMA maupun SMK yang ada di Kota Wonosari. Diceritakannya, para pelajar ini saat tertangkap sempat berusaha mengelabuhi petugas. Sejumlah alasan diungkapkan agar bisa lepas dari petugas.

Berita Lainnya  TMMD Resmi Dibuka, Desa Banaran Bakal Dibangun TNI Selama Sebulan ke Depan

“Ada yang bilang mengambil seragam olahraga, mengambil tugas sampai terlambat dan tidak boleh masuk sekolah. Tapi pada akhirnya mereka mengaku kalau sedang membolos sekolah,” paparnya.

Mereka yang terjaring operasi selanjutnya dilakukan pembinaan oleh petugas Satpol PP dan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul. Para pelajar yang bolos jam pelajaran tersebut diminta untuk membuat surat pernyataan. Nantinya jika di kemudian hari mereka kedapatan mengulangi tindakan tersebut, maka mereka akan berikan sanksi tegas.

“Untuk sementara hanya pembinaan belum diberi sanksi. Nantinya mengulangi ada sanksi di mana yang bersangkutan (pelajar) akan kami serahkan ke pihak sekolah untuk diberikan sanksi,” tambah dia.

Operasi semacam ini menurut Tri rutin digelar oleh Satpol PP dalam ranngka menegakkan peraturan daerah yang berlaku. Selain wilayah Kota Wonosari, beberapa kecamatan lain pun juga tak luput dari razia yang dilakukan oleh petugas. Misalnya di kawasan Ponjong, Semanu, Karangmojo, Paliyan dan beberapa kecamatan lainnya pun juga dilakukan razia sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Khusus dalam operasi di Kota Wonosari ini, tidak ditemukan adanya ASN yang berkeliaran di jam kerja.

Berita Lainnya  Prihatin Kekeringan Meluas, Alumni Ekamas 97 Gelontor Puluhan Tangki Air

“Semua tersasar hanya memang tergantung ada atau tidaknya temuan kami di lapangan,” imbuhnya.

“Dengan kegiatan semacam ini kami harapkan tingkat ketaatan pelajar dan PNS meningkat. Jangan sampai ada yang meninggalkan jam pelajaran atau jam kerja hanya untuk kegiatan yang tidak bermanfaat,” tutup dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler