fbpx
Connect with us

Politik

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno Dicoret PDIP Dari Daftar Pencalegan, Pendukung Fanatik Ancam Demo dan Golput

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Jelang hari raya ini, suhu politik di kalangan internal, khususnya di arus bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gunungkidul justru memanas. Hal ini setelah beredarnya rumor kencang mengenai tidak akan dicalonkannya lagi Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno dalam Pemilu mendatang. Sebelumnya, Suharno yang telah 3 periode menjadi anggota legislatif rencananya akan mencalonkan diri menjadi anggota DPRD DIY.

Para pendukung fanatik Suharno mengecam keras keputusan DPC PDIP Gunungkidul yang mencoret nama Suharno ini. Mereka menilai bahwa apa yang dialami Suharno ini sebagai sebuah penjegalan kader terbaik PDIP. Sejumlah ancaman pun mulai terlontar dari ancaman golput dalam Pemilu sampai hijrah ke partai lain jika sampai keputusan pencoretan ini benar-benar dilakukan.

Pada Sabtu (09/06/2018) malam tadi, ribuan pendukung Suharno berkumpul di Karangtengah, Kecamatan Wonosari. Mereka ingin menanyakan perihal kabar pencoretan Suharno yang saat ini telah beredar luas. Ribuan orang ini datang dari seluruh perwakilan di Gunungkidul. Tak hanya pendukung Suharno saja, nampak pula para Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) maupun Satgas PDI Perjuangan dan sejumlah sayap partai.

Anggota Satgas PDI Perjuangan Gunungkidul, Maryoto menyatakan, isu mengenai pencoretan Suharno sendiri sudah beberapa waktu terakhir ini ia maupun para satgas lainnya didengar. Tak hanya dari kalangan internal PDIP saja, akan tetapi isu ini bahkan juga telah beredar di kalangan partai lain. Ia mengungkapkan, ia bersama para Satgas yang lainnya kemudian kaget dan sekaligus meradang setelah kabar ini mendapatkan konfirmasi dari Suharno bahwa rumor tersebut memang benar adanya.

“Saya tidak habis piker, kenapa kader dengan pendukung sangat banyak kok bisa dijegal tidak boleh maju lagi oleh Ketua DPC PDIP dan Sekretaris DPC,” ucapnya ketus, Sabtu malam.

Ia benar-benar kecewa dan mempertanyakan dasar dari keputusan kontroversial ini. Selama ini menurutnya, Suharno sangat loyal dan tak pernah melanggar aturan partai. Jika hal ini merupakan keputusan yang atas didasarkan suka atau tidak suka terhadap Suharno.

Satgas PDIP Perjuangan yang berjumlah 400 orang sendiri saat ini tetap dalam komitmennya untuk loyal terhadap partai. Meski demikian, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendatangi kantor DPC PDIP guna mempertanyakan keputusan ini. Ia bahkan mengancam apabila nantinya DPC PDIP tidak mendengarkan aspirasinya, Satgas PDIP akan golput pada Pemilu 2019 ini.

“Kita mempertanyakan kepemimpinan dari Ketua DPC PDIP yang sangat otoriter dan selama ini banyak dikeluhkan oleh kader di lapangan,” tandas dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PAC PDIP Karangmojo, Yuda Harjanto. Sepengetahuannya, Suharno merupakan kader terbaik yang dimiliki oleh PDIP Gunungkidul. Terbaik menurut Yuda ini adalah lantaran dalam hal apapun, Suharno selalu nomor satu. Di Karangmojo sendiri sepengetahuannya, Suharno adalah nomor satu dalam hal dukungan dari kalangan bawah. Hal ini tak lepas dari kedekatan yang selama ini terjalin antara Suharno dengan warga Karangmojo, khususnya massa PDIP. Meski selama ini tak pernah mencalonkan diri dari Karangmojo, akan tetapi Suharno tetap dekat dengan masyarakat.

“Pendekatan beliau sangat bagus kepada masyarakat. Tak jarang beliau turun langsung manakala ada warga yang membutuhkan bantuan, pasti langsung dibantu,” ucap dia.

Ia meminta para pengurus teras di DPC PDIP Perjuangan untuk bisa lebih dewasa dalam berpolitik. Para pemimpin seharusnya memutuskan berdasarkan aturan partai. Tidak seperti saat ini yang memang lebih banyak tercium aroma persaingan ataupun ketidaksukaan secara pribadi sehingga kemudian menggunakan kewenangannya untuk menindas rekan kader partai.

Sebagai orang merah yang sangat cinta PDIP, Yuda tidak ingin nantinya kepemimpinan otoriter ini berimbas pada kebesaran partai. Jika nantinyaKetua DPC PDIP Gunungkidul tetap meneruskan keputusan pencoretan Suharno, ia meyakini bahwa suara PDIP akan turun pada Pemilu mendatang. Perpecahan akan terjadi khususnya di kalangan pengurus dengan arus bawah.

“Bagaimana bisa calon yang pasti jadi seperti pak Suharno ini sampai dicoret? Mengapa semua tidak berpikir cara membesarkan partai,” beber Yuda.

Sementara itu, Suharno kepada pidjar.com membenarkan perihal adanya keputusan sementara dari DPC PDIP Gunungkidul untuk mencoretnya dari daftar Caleg DPRD Tingkat I. Dengan suara bergetar di hadapan ribuan massa, Suharno sekaligus juga berpamitan kepada para pendukungnya yang mungkin tidak akan melihat lagi kiprahnya sebagai legislator beberapa waktu mendatang. Namun ia berjanji akan berupaya keras dalam masa setahun sisa kepemimpinannya di DPRD Gunungkidul untuk berjuang maksimal bagi masyarakat Gunungkidul.

“Itu juga kalau tidak dijegal lagi,” tuturnya.

Suharno sendiri mengaku terkejut dengan besarnya dukungan masyarakat dan kader PDIP terhadapnya pasca merebaknya kabar pencoretan Suharno dari pencalegan PDIP. Seperti pada Sabtu malam tadi. Sebenarnya acara ini merupakan rapat panitia syawalan Salam Pancasila yang akan digelar pada 17 Juni 2018 mendatang. Namun di luar dugaan, massa justru berdatangan dari seluruh Gunungkidul.

“Saya pulang dari tarawih di Gading, Playen ini sampai kaget kok malah penuh begini,” katanya.

Walaupun mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan, Suharno menyatakan tidak akan berpaling dari PDIP, partai yang telah membesarkan namanya. Bagaimanapun juga, PDIP ini sangat berjasa bagi merubah garis hidupnya. Ia yang hanya sebagai anak dari seorang tukang becak bisa sampai merasakan empuknya kursi Ketua DPRD Gunungkidul.

Ia juga meminta seluruh pendukungnya agar tetap tenang dan tidak membuat manuver apapun. Pihaknya memilih menunggu adanya keputusan final karena dalam hal ini juga ada campur tangan dari DPP PDIP. Jika pun nantinya hasil dari rapat pleno tersebut tetap memutuskan pencoretannya, Suharno memerintahkan kepada pendukungnya agar tetap legowo dan ikhlas menghadapi kenyataan. Perjuangan tidak berakhir lantaran tidak menjadi anggota legislative.

“Saya tetap mengajak seluruh pendukung agar senantiasa membesarkan PDIP,” ucap Harno yang terlihat dari raut mukanya cukup getir tersebut.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler