fbpx
Connect with us

Politik

Konflik PDIP Makin Panas, Perwakilan PAC Gelar Aksi Demo Tuntut Transparansi Dana Banpol Ratusan Juta

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Situasi politik di internal DPC PDIP Gunungkidul semakin panas saja. Setelah beberapa waktu silam santer isu mengenai adanya pencoretan terhadap Ketua DPRD Gunungkidul Suharno dari pencalegan DPRD DIY, pada Rabu (13/06/2018) siang tadi, puluhan perwakilan Pengurus Anak Cabang dari seluruh Gunungkidul serta Satgas PDIP menggelar aksi di kantor DPC PDIP Gunungkidul. Puluhan orang tersebut mempertanyakan dana Bantuan Partai Politik dari pemerintah kepada PDIP Gunungkidul yang selama ini dinilai tidak transparan.

PDIP sendiri setiap tahunnya mendapatkan dana bantuan partai politik dari Pemkab Gunungkidul terbesar yaitu Rp287.335.000. PDIP mendapatkan dana terbesar lantaran pemberian dana banpol sendiri disesuaikan dengan perolehan suara pada Pemilu 2014 silam.

Sejak pukul 10.00 WIB, massa sudah berkerumun di halaman kantor DPC PDIP Gunungkidul yang terletak di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Waktu berlalu, massa yang datang tersebut semakin babnyak. Namun sayang, mereka tak bisa masuk ke dalam kantor lantaran saat itu, kondisi kantor tertutup rapat. Tak ada satupun pengurus PDIP Gunungkidul yang tengah berada di kantor.

Sempat menunggu selama beberapa jam di lokasi, akhirnya massa membubarkan diri setelah terjadi kesepakatan untuk mengantarkan surat permohonan transparansi atas dana Banpol kepada Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih ke kediaman pribadinya di Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong.

Dalam surat tersebut, tercantum mengenai keresahan para kader di PAC atas kondisi internal DPC PDIP Gunungkidul terutama menjelang Pemilu 2019 mendatang. Para kader merasa resah lantaran selama ini, sejak tahun 2015 silam, para pengurus PAC di tingkat kecamatan tak pernah mengetahui ke mana dana banpol senilai ratusan tersebut digunakan. Selama itu pula PAC tidak pernah diberikan pertanggungjawaban mengenai penggunaan dana Banpol oleh Ketua DPC PDIP Gunungkidul. Adanya ketidaktransparan tersebut membuat adanya rasa curiga dari pengurus di daerah terkait pendistribusian dana Banpol yang seharusnya digunakan untuk membesarkan partai tersebut.

Dalam surat tersebut juga diungkapkan mengenai adanya kuitansi kosong yang harus ditandatangani PAC terkait penggunaan dana banpol yang tak pernah mereka terima. Sementara kegiatan-kegiatan tak pernah ada dan para pengurus PAC tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan hingga penggunaan anggaran.

Perwakilan PAC ke depan menuntut adanya transparansi penggunaan dana banpol yang berdasarkan atas kejujuran dan keadilan. Jika dibiarkan terus menerus, hal semacam ini nantinya justru akan menimbulkan perpecahan di partai dan menjadi kemunduran bagi kebesaran PDIP sebagai pemenang Pemilu.

Kepada para awak media yang meliput aksi di kantor DPC DPIP Gunungkidul, Ketua PAC Karangmojo, Yuda Harjanto mengklaim bahwa aksi ini diikuti oleh perwakilan dari 18 PAC yang ada di Gunungkidul. Tak hanya itu, aksi ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Satgas PDIP Gunungkidul yang memang juga memenuhi kantor DPC PDIP.

“Perwakilan dari 18 PAC hadir,” tandas Yuda, Rabu siang.

Menurut Yuda, aksi ini merupakan buah dari keresahan yang selama ini dirasakan oleh para pengurus PAC di tingkat daerah. Ia menganggap ada hal-hal yang kurang pas dalam penggunaan dana bantuan dari pemerintah tersebut. Menurutnya,sudah selama 3 tahun berturut-turut ini, tidak pernah ada laporan pertanggungjawaban penggunaan dana Banpol yang turun ke bawah.

“Kalau terkait penggunaan dana Banpol selama ini saya tidak akan komentar,” tandas dia.

Yuda menuding, adanya ketidaktransparanan ini membuat selama ini banyak program yang tidak terlaksana. Pihaknya menuntut agar pihak pengurus DPC ke depan bisa lebih berkomitmen untuk membangun partai menjadi lebih besar.

Disinggung mengenai langkah lanjutan yang akan ditempuh para pengurus PAC jika tuntutan ini diabaikan, Yuda enggan berkomentar banyak.

“Yang jelas kami siap dengan segala konsekuensi atas tuntutan kami. Kami hanya ingin PDIP semakin besar,” tandasnya.

Sementara itu, keluhan yang sama juga disampaikan oleh kalangan Satgas PDIP Gunungkidul atas kepemimpinan saat ini. Menurut Sekretaris Satgas PDIP Gunungkidul, Ngadiyono, pihaknya mengaku jarang sekali dilibatkan dalam kegiatan kepartaian. Padahal, Satgas merupakan pengamanan internal partai.

“Kami merasa selama ini kurang diperhatikan oleh jajaran pengurus. Dan bahkan terkesan diabaikan,” keluh dia.

Ngadiyono menggarisbawahi, tuntutan semacam ini sama sekali tak berhubungan dengan kesejahteraan. Pihaknya sama sekali tidak mempermasalahkan faktor kesejahteraan. Yang paling penting adalah perhatian dari pengurus mengingat para Satgas PDIP ini dikenal sangat loyal dan setia terhadap partai.

“Kita juga mengirim surat ke Ketua DPC. Namun saat ini kapasitas kami adalah pengawalan saja, bukan ikut aksi. Kita sekedar mengantisipasi jangan sampai ada keributan karena itu merupakan tanggung jawab kami,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler