fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kirim WA Bernada Melecehkan ke Ketua DPRD, Oknum Guru SMA N 2 Wonosari Mengaku Khilaf

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Senin (12/05/2021) sore kemarin, oknum guru yang berinisial T akhirnya menghadap secara langsung Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Dengan didampingi Kepala SMAN 2 Wonosari, oknum guru senior ini meminta maaf kepada Endah berkaitan dengan pesan singkat yang ia kirimkan. Sebelumnya, Ketua DPRD Gunungkidul meradang setelah dianggap dilecehkan oleh T.

Dalam pertemuan itu, T yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara mengaku khilaf. Ia mengakui telah meminta foto politisi PDIP yang merupakan wali murid SMA N 2 Wonosari saat konsultasi pembelajaran. T mengaku sangat menyesal dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Saya khilaf, secara pribadi saya sangat menghormati Ketua DPRD Gunungkidul, tidak ada niatan saya untuk melakukan pelecehan,” papar T, Senin sore.

Ia mengaku, sudah mengetahui Endah sebagai Ketua DPRD Gunungkidul. Namun ia tidak memgetahui jika Endah adalah orangtua salah satu murid SMAN 2 Wonosari.

“Benar memang sempat kirim pesan shareloc dan meminta foto, sebenarnya saya hanya pengen kenal saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMAN 2 Wonosari, Samiran memaparkan, peristiwa ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi civitas akademika SMAN 2 Wonosari. Secara kedinasan, Samiran sudah melakukan pembinaan terhadap oknum guru itu.

“Kami tekankan ke depan harus lebih santun dalam berkomunikasi dengan siapapun,” kata Samiran.

Sementara itu, Endah, saat dikonfirmasi mengaku sudah memaafkan keselahan T. Namun secara institusi, ia sudah melaporkan kelakukan T kepada Disdikpora DIY.

“Secara personal saya sudah memaafkan, tapi secara institusi harus tetap berproses dan dilakukan investigasi untuk penyelesaian peristiwa ini,” tukas Endah.

Ia berharap, peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh perempuan di Gunungkidul untuk berani speak up berkaitan dengan pelecehan yang diterima. Menurutnya, tidak harus menjadi korban pemerkosaan untuk berani melaporkan pelecehan semacam ini.

“Perempuan harus peka dengan pelecehan verbal, harus berani untuk melaporkan ke institusi,” tandas Endah.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler