Sosial
Kisruh Hasil Swab Beda Hingga Hajatan Dibatalkan, Keluarga Mempelai Ancam Perkarakan ke Ranah Hukum
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rencana mempelai pengantin warga Kapanewon Wonosari untuk merayakan hari spesialnya terpaksa harus kandas. Hajatan pernikahan yang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari tidak mendapatkan izin akibat hasil swab antigen yang dilaksanakan oleh petugas layanan home service. Yang membuat mempelai dan keluarganya meradang, hasil swab antigen dari petugas home service ini diketahui berbeda dengan hasil swab dari rumah sakit di Yogyakarta. Keluarga mempelai bahkan pun berencana membawa kejadian itu ke ranah hukum.
Salah seorang anggota keluarga pengantin pria, AG, menyampaikan, insiden bermula ketika pihak pengantin putri yang berasal dari Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari akan menggelar prosesi lamaran dan midodaren pada hari Jumat (25/02/2022) silam atau sehari sebelum hari pernikahan. Untuk keperluan memenuhi izin dari gereja dan Polsek yang harus menyertakan hasil tes covid, pihak pengantin putri kemudian memilih layanan homeservice dari sebuah laboratorium di Kota Wonosari. Sebelumnya, dirinya bersama keluarga pengantin pria telah melakukan tes covid19 di tempat tinggalnya di Klaten, dua jam sebelum ke Gunungkidul. Hasil dari tes tersebut adalah negatif.
“Jam 15.00 WIB itu sudah mulai acara lamaran dan midodaren, yang kami pikirkan itu jika awalnya untuk izin acara, kenapa pihak laboratorium tidak datang pagi, justru datang jam 17.00 WIB setelah acara midodaren selesai,” ucap dia, Senin (28/02/2022).
Ia menambahkan, petugas laboratorium yang datang pun hanya memakai celana jeans dan jaket hoodie tanpa dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Pelaksanaan tes sendiri disaksikan warga dan Kepala Padukuhan setempat. Tes covid19 menyasar ke lima orang yaitu pengantin putri, kedua orangtua pengantin putri, seorang saksi, dan seorang fotografer. Ketika hasil tes keluar, sebanyak empat orang dinyatakan negatif dan pengantin putri dinyatakan positif.
“Itu dinyatakan positif dengan hasil samar katanya, tapi hasil itu langsung di release ke gereja dan kecamatan. Sehingga gereja membatalkan acara nikah yang direncanakan hari Sabtu,” imbuhnya sembari terlihat kesal.

Adapun hasil tes laboratorium tersebut tanpa disertai dengan surat bukti hasil tes. Namun kemudian justru langsung dlaporkan ke Pemerintah Kecamatan dan Gereja. Merasa tidak yakin dengan hasil yang dikeluarkan oleh laboratorium swasta itu, pihak keluarga lantas melakukan tes swab ulang di salah satu Rumah Sakit di Yogyakarta. Adapun hasil tes tersebut calon mempelai dinyatakan negatif.
Pihak keluarga lantas menghubungi pihak gereja dan menunjukkan hasil tes terbaru. Pasangan mempelai kemudian diizinkan melangsungkan ijab oleh Gereja. Namun untuk rangkaian acara hajatan, tetap tidak diperkenankan oleh gugus tugas covid19 setempat dengan merujuk hasil swab tes antigen dari laboratorium.
“Sebenarnya hanya selisih jam tes swabnya itu, kami kemudian menghubungi gereja dan diperbolehkan untuk ijab tapi pihak gugus covid19 tetap melarang acara. Yang disayangkan itu padahal hasil tes di RS itu negatif kenapa ijin juga dicabut padahal sudah H-1,” terangnya.
Pihaknya merasa dirugikan lantaran rangkaian acara yang telah disiapkan dengan matang justru tidak dapat terlaksana sepenuhnya. Bahkan pada saat acara boyongan dari pihak pengantin putri ke pihak pengantin putra pun tanpa adanya pengantin karena masih berstatus positif dari pemeriksaan laboratorium tersebut.
“Jadi kemarin acara boyongan di Klaten juga tanpa pengantin karena pengantin putri masih terlaporkan positif di Wonosari berdasarkan hasil swab homeservice. Yang sangat disayangkan kenapa harus seperti itu padahal hasilnya berbeda dari tes di Rumah Sakit,” jelasnya.
“Kami mau memproses dan menyelidiki melalui ranah hukum. Mungkin setelah beberapa hari ke depan, kasus ini akan kami naikkan ke Polsek,” tutup dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
