Sosial
Konflik Dengan Investor Semakin Memuncak, Warga Tumpuk 2 Truk Bebatuan di Jalan Pantai
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Warga Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari memblokir jalan menuju Pantai Widodaren. Pemblokiran jalan sendiri dikarenakan konflik yang tak kunjung usai antara warga setempat dengan investor. Akibat dari pemblokiran itu, wisatawan harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer untuk menuju kawasan pantai.
Diketahui, sudah dua hari ini warga memblokir jalan menuju Pantai Widodaren. Praktis, jalan menuju pantai itu lumpuh total lantaran warga menumpuk material batu keprus hingga 2 dam truk. Kendaraan wisatawan sendiri tak bisa melalui akses jalan satu-satunya itu.
Imbasnya, wisatawan yang datang mengeluh karena penutupan jalan ini. Wisatawan yang tidak tahu apa-apa harus memarkirkan kendaraannya jauh dari bibir pantai dan berjalan kaki jika ingin menuju kawasan pantai.
Salah satu wisatawan asal Kabupaten Ngawi, Muhammad Aditya, memaparkan, dirinya bersama rombongan kaget sesampainya di jalan menuju Pantai Widodaren. Nampak bebatuan memenuhi badan jalan. Ia sendiri tidak tahu-menahu akan pemblokiran jalan ini maupun masalah yang terjadi. Mau tak mau, lantaran terlanjur sampai, ia bersama rombongan pun harus berjalan lebih dari satu kilometer di jalan yang rusak.
“Ya kaget jalannya ditutup, kami terpaksa jalan kaki menuju ke pantai,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, konflik bermula ketika warga kecewa dengan pengelolaan Pantai Widodaren yang justru lebih condong berpihak kepada investor luar. Konflik semakin bertambah ketika banyak janji-janji yang tidak dipenuhi oleh Pemerintah Kalurahan setempat seperti dibangunnya kios ruko jualan yang jauh dari konsep awal direncanakan. Pemerintah Kalurahan setempat pernah menjanjikan memberikan 73 unit ruko. Namun pada pelaksanaannya, justru tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Selain itu, letak ruko yang berada diatas gunung yang jauh dari kawasan pantai dinilai tidak strategis bagi pedagang warga lokal. Hal ini kemudian semakin menyulut amarah warga karena pemerintah dinilai memihak pada investor untuk membangun di kawasan yang lebih dekat dengan pantai. Tak hanya itu, permasalahan sewa lahan parkir yang semula dikelola oleh warga tiba-tiba dilelang ke pihak ketiga dengan nilai Rp.55 juta yang semakin membuat emosi warga memuncak.
Kapolsek Saptosari, AKP Kusnan Priyono, memaparkan, pihaknya langsung menuju ke lokasi setelah mendengar informasi tentang pemblokiran jalan oleh warga. Pihaknya pun akan segera memberikan upaya mediasi ke berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan Pantai Widodaren.
“Semoga konflik ini bisa segera selesai dan menemui titik terang tanpa adanya pemblokiran jalan karena bisa mengganggu aktifitas pertanian dan wisatawan,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
