Uncategorized
Konsumsi Pertalite dan Solar Semakin Tinggi, Gunungkidul Ajukan Tambahan Kuota
Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengajukan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kepada PT Pertamina. Pengajuan tersebut dilakukan menyusul tingginya konsumsi BBM subsidi dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagker) Gunungkidul, Ris Heryani, mengatakan tambahan kuota yang diajukan meliputi Pertalite sebanyak 2.078 KL atau sekitar 2.078.000 liter. Sementara untuk Bio Solar, tambahan yang diusulkan mencapai 1.159 KL atau sekitar 1.159.000 liter.
“Pengusulan ke Pertamina dilakukan melalui Bagian Perekonomian dan SDA Setda Gunungkidul” kata Ris Heryani, Kamis, (24/09/2026).
Ia menjelaskan, pengajuan tambahan kuota tersebut didasarkan pada perhitungan realisasi penyaluran BBM hingga saat ini. Rata-rata konsumsi kemudian diproyeksikan hingga akhir tahun untuk mengetahui kebutuhan BBM sampai dengan berakhirnya periode penyaluran.
Selain konsumsi masyarakat, kebutuhan BBM di Gunungkidul juga dipengaruhi mobilitas warga serta aktivitas pariwisata. Peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya pada akhir pekan maupun momentum tertentu, turut berdampak terhadap kebutuhan BBM.

Di sisi lain, hasil analisa Disdagker menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir terjadi peralihan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
“Kenaikan harga BBM sejak beberapa waktu lalu ada pola perubahan konsumsi BBM yaitu pengguna Pertamax beralih ke Pertalite serta pengguna Dex dan Dexlite yang beralih ke Bio Solar,” kata dia.
Lebih lanjut ia memaparkan kuota Pertalite Gunungkidul tahun 2026 sebesar 63.788.000 liter. Pada Agustus 2026, realisasi konsumsinya mencapai 5.950.759 liter. Sementara total konsumsi hingga periode berjalan telah mencapai 43.892.250 liter, sehingga tersisa 19.895.750 liter.
Adapun kuota Bio Solar tercatat sebanyak 29.256.000 liter. Konsumsi pada Agustus mencapai 2.714.511 liter, dengan total konsumsi hingga periode berjalan sebesar 19.930.578 liter. Dengan demikian, sisa kuota Bio Solar sebanyak 9.325.422 liter.
Sementara itu, konsumsi BBM nonsubsidi pada Agustus juga tercatat cukup beragam. Realisasi Pertamax mencapai 637.938 liter, Pertamax Turbo 16.160 liter, Dexlite 2.305 liter, dan Pertamina Dex sebanyak 38.882 liter. Sedangkan Pertamax Green tercatat belum terdapat konsumsi.
Pemkab Gunungkidul berharap pengajuan tambahan tersebut dapat mengantisipasi kebutuhan BBM hingga akhir tahun, sekaligus menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat di tengah tingginya mobilitas dan aktivitas ekonomi maupun pariwisata di wilayah Gunungkidul.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga, konsumsi Pertalite di DIY naik 6 persen pada Juni 2026 secara month-to-month. Kenaikan kembali terjadi pada Juli 2026 hingga mencapai 7,6 persen.
Kenaikan konsumsi tersebut disebut berkaitan dengan migrasi pengguna BBM nonsubsidi, terutama setelah adanya penyesuaian harga Pertamax. Sampai dengan pertengahan September Gunungkidul menjadi satu-satunya kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengajukan tambahan kuota BBM subsidi Pertalite.
Made mengatakan Pemda DIY belum memutuskan besaran tambahan kuota yang akan diberikan kepada Gunungkidul. Pemda DIY masih menunggu hasil analisis dari Biro Ekonomi dan PU-PESDM. Menurutnya, pengajuan tambahan kuota tersebut nantinya akan dikaji berdasarkan kebutuhan konsumsi di wilayah masing-masing.
“Biasanya setelah ada pengajuan kuota dari kabupaten/kota karena tiap wilayah kan diberi kuota, nanti dilihat berapa yang akan diberikan. Namun, saat ini belum ada laporan resmi ke saya, tapi suratnya sudah saya disposisi,” tambahnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
