Uncategorized
Panen Raya Segera Berlangsung, Pemkab Gunungkidul Targetkan Produksi Ubi Kayu Tembus 900 Ribu Ton
Wonosari,(pidjar.com)– Musim kemarau menjadi momentum panen raya ubi kayu di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul. Tahun 2026 ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menargetkan produksi ubi kayu mencapai 900.000 ton ubi kayu basah.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, luas tanam ubi kayu periode 2025/2026 yang ditanam pada Oktober 2025 mencapai sekitar 42.000 hektare yang tersebar di 18 kapanewon.
Berdasarkan laporan yang telah masuk, pada Juni lalu terdapat panen ubi kayu seluas 309 hektare di Kapanewon Semin yang telah panen. Berdasarkan hitungan awal rerata produksi ubi kayu sebanyak 22 ton sampai dengan 32 ton per hektare, tergantung dengan jarak tanam dan pertumbuhan ubi kayu.
“Agustus besok panen raya ubi. Sekarang juga sudah mulai banyak yang panen,” ucap Raharjo Yuwono, Rabu, (22/07/2026).
Adapun panen cukup signifikan telah berlangsung di sejumlah wilayah, seperti di Kapanewon Saptosari, luas panen pada Juli mencapai 2.706 hektare dari total luas tanam 4.510 hektare atau sekitar 60 persen. Di Kapanewon Tepus, panen telah mencapai 1.790 hektare atau sekitar 60 persen dari total luas tanam 2.983 hektare. Sementara di Girisubo, panen telah mencapai sekitar 40 persen dari total pertanaman seluas 2.834 hektare.
“Panen raya ubi kayu mulai berlangsung di sejumlah wilayah, terutama di zona selatan,” tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dari sisi pemasaran, petani sejauh ini tidak mengalami kendala berarti. Pedagang dan pengepul di desa maupun pasar kapanewon masih menerima hasil panen ubi kayu. Harga ubi kayu basah saat ini berada di kisaran Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram, sedangkan gaplek berkisar Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram.
“Harganya stabil di pasaran segitu. Mayoritas memilih untuk dibuat gaplek,” jelasnya.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan harga karena panen diperkirakan semakin melimpah pada Agustus mendatang. Selama ini hasil ubi kayu petani umumnya dijual kepada pedagang besar, salah satunya di wilayah Mijahan, Kapanewon Semanu.
“Biasanya dijual ke perusahaan kemudian bisa juga berpotensi dikirim ke perusahaan eksportir dan selanjutnya dipasarkan ke luar negeri dalam bentuk chips untuk pakan ternak sapi dan lainnya,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
