Sosial
Korban Anthraks Terus Bertambah, Puluhan Warga Dari 4 Kecamatan Dinyatakan Positif
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Korban positif antraks di Kabupaten Gunungkidul kembali bertambah. Hingga saat ini, tercatat sudah sedikitnya 30 orang yang dinyatakan positif anthraks. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dari para penderita terserang di bagian kulit.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menjelaskan, awalnya, pemerintah berdasarkan hasil laboratorium yang telah keluar, telah menyatakan adanya 27 orang yang positif terjangkit anthraks. Namun kemudian dalam perkembangan waktu, jumlah korban kemudian bertambah 3 orang. Tambahan penderita ini sendiri cukup mengejutkan lantaran lokasinya menyebar dan tidak hanya di Kecamatan Ponjong saja.
“Tambahan 3 orang yang sudah dinyatakan positif merupakan warga Kecamatan Semin, Semanu serta Saptosari. Hari ini dari Dinas Kesehatan melaporkan dalam rakor. Dengan adanya tambahan tersebut, total ada 30 orang warga yang positif terjangkit anthraks,” kata Kelik, Selasa (28/01/2020).
Kelik menjelaskan, untuk penderita anthraks warga Saptosari dan Semanu sendiri berprofesi sebagai petani. Pemerintah menduga, mereka terpapar bakteri Bacilus Anthracis saat mengelola pupuk kandang untuk bahan pertanian lantaran saat ini tengah memasuki musim tanam.
“Baru dicari riwayatnya bisa kena (anthraks). Untuk yang positif dari warga Semin kemarin karena banyak berinteraksi dengan sapi karena profesinya sebagai tukang jagal (sembelih hewan),” ucapnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul telah menangani para korban yang terpapar anthraks tersebut. Pemerintah menyebut, puluhan warga positif antraks itu kondisinya saat ini semakin membaik.
“Kena manusia kemungkinan pertama daya tahan tubuh lemah, perilaku hidup sehat. Kalau di kandang seharusnya memakai sepatu bot, kaos tangan dan harus lebih berhati-hati,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan selama 2×60 hari di lokasi pertama yang menjadi awal mula munculnya anthraks, yakni Padukuhan Ngrejek Timur, sejak 28 Desember 2019 lalu. Hal serupa juga dilakukan di wilayah Kecamatan Semin.
“Semin karena baru, mulai awal lagi (pemantauan lingkungan 2X60 hari). Cuma satu memantau di seputaran dia, memantau dari mana,” ucap Dewi.
Namun begitu Dewi enggan menjelaskan secara gamblang terkait dengan kasus anthraks ini. Sebab dari hasil rapat koordinasi, informasi berkaitan dengan anthraks diserahkan kepada Diskominfo Gunungkidul.
“Untuk lebih jelasnya langsung ke Kepala Dinas Kominfo,” imbuhnya.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
