fbpx
Connect with us

Sosial

Korban Tenaga Kesehatan Terus Bertambah, Ribuan Petugas Puskesmas Jalani Swab Tes Massal

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan tes swab terhadap ribuan tenaga kesehatan Puskesmas di Gunungkidul. Hal ini menyusul banyaknya tenaga kesehatan di Gunungkidul yang terinfeksi covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan, swab tes telah mulai dilakukan pada minggu ini. Pihaknya menargetkan, seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas yang tersebar di seluruh Gunungkidul bisa menjalani tes swab. Diharapkan, hasil dari swab para petugas kesehatan ini bisa diketahui dalam waktu dekat ini.

“Kita sudah mulai minggu ini,” ucap Dewi, Kamis (23/07/2020) pagi tadi.

Dewi memaparkan, banyaknya tenaga kesehatan di Gunungkidul yang terpapar covid-19 ini masih ditelusuri penularannya. Pihaknya tidak bisa memastikan bahwa penularan terjadi antara pasien dengan tenaga kesehatan. Pun demikian ketika disinggung terkait fungsi APD yang digunakan tenaga kesehatan.

“Penularan di faskes bisa terjadi karena ekses bukan dari pasien karena mereka juga kontak dengan keluarga dan orang lain di luar faskes. Ini masih ditelusur. Kita belum bisa pastikan,” papar Dewi.

Terkait dengan klaster kiriman dari luar kota, pihaknya masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut. Namun hingga pagi tadi, pihaknya menyebut bahwa tidak ada penambahan kasus.

Berita Lainnya  Dua Minggu Operasi Zebra, Hampir 5.000 Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Razia

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menambahkan, peningkatan jumlah konfirmasi positif Covid 19 di Gunungkidul terjadi karena karena 3 hal. Yang pertama adalah peningkatan akibat penularan dari warga yang melakukan perjalan ke kota di luar DIY dengan status zona nerah.

“Ada satu warga yang melakukan perjalanan daerah zona merah barat yang konfirmasi positif Covid 19 dan kemudian menulari 5 orang warga lainnya. Ada juga yang dari daerah zona merah timur yang jumlahnya 4 orang warga. Masih ada lagi dari daerah zona merah lain yang menulari warga lainnya. Jadi faktor yg paling menonjol adalah ‘oleh-oleh’ dari perjalanan ke daerah zona merah di luar DIY,” beber Immawan.

Kemudian yang kedua, penularan karena interaksi satu lingkungan kerja yang jumlahnya mencapai 5 orang. Dua faktor tersebut menjadi faktor dominan menambah jumlah angka konfirmasi positif di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Pemerintah Berencana Terapkan Pajak Progresif Untuk Tanah Menganggur, Pemkab Gunungkidul Keberatan

“Yang ketiga dari hasil karantina reaktif hasil rapid test yang pertengahan Juli ini menambah 5 orang. Hal terpenting harus kita pedomani untuk pribadi dan keluarga serta lingkungan kita adalah dengan berdisiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, tidak berkerumun, jaga kebugaran badan dengan mengkonsunsi makanan bergizi dan tidak perlu panik tapi jangan menyepelekan pandemi Covid apapun alasannya,” urai dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler