fbpx
Connect with us

Politik

KPU Batasi Jumlah Massa yang Hadiri Proses Pendaftaran Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Tinggal menghitung hari masa pendaftaran bagu peserta Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gunungkidul berlangsung. Komisi Pemilihan Umum memastikan 4 hingga 6 September mendatang merupakan waktu bagi para calon peserta pemilu dari partai politik maupun gabungan partai politik yang hendak merebutkan kursi Gunungkidul satu akan memulai debutnya pada kontestasi Pilkada 2020.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, untuk Pilkada tahun ini ada sedikit perbedaan aturan baru dalam pendaftaran calo buapti dan wakil bupati. Dimana jumlah rombongan pengantar saat pendaftaran dibatasi. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran covid19.

“Pada proses pendaftaran, yang diperbolehkan datang yakni bapaslon ketua dan sekretaris partai politik pengusung,” jelas Hani, Senin (31/08/2020).

Adapun waktu pendaftaran sendiri dimulai pada jam kerja yaitu pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB pada tanggal 4-5 September. Kemudian pada hari terakhir pendaftaran, dibuka hingga tengah malam.

“Kami terus melaksanakan koordinasi dengan Polres Gunungkidul mengenai teknis pelaksanaannya,” ucap Hani.

Saat dikonfirmasi, Wakapolres Gunungkidul, Kompol Joko Hamitoyo menjelaskan, pihaknya menyiapkan 1.108 personil untuk diterjunkan dalam mengamankan pelaksanaaan Pilkada 2020. Dari jumlah tersebut, personil ditugaskan untuk mengamankan 1.096 Tempat Pemungutan Suara yang ada.

Berita Lainnya  KPU Gunungkidul Targetkan Lebih dari 400 Ribu Warga Gunakan Hak Pilihnya dalam Pilkada 2020

“Saat 9 Desembet nanti akan ditambah lagi 961 personel,” jelas dia.

Adapun fokus pengamanan sendiri, lanjut Joko, berada di kantor KPU Gunungkidul terutama pada saat pendaftaran dimulai. Pengamanan juga akan dilakukan di titik-titik kumpul rombongan bapaslon sebelum menuju KPU.

“Masing-masing rombongan nantinya akan ada aparat yang mendampinginya,” imbuh dia.

Melihat kondisi menjelang pendaftaran, Joko memastikan kondisi Bumi Handayani masih kondusif. Sejauh ini, pihaknya belum menemukan potensi rawan konflik di tengah masyarakat.

“Sementara belum ada wilayah rawan,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler