fbpx
Connect with us

Sosial

Lahan Dicaplok Untuk Pembangunan Jalan Menuju Pabrik Peternakan Ayam, Warga Protes Tak Ada Ganti Rugi

Diterbitkan

pada tanggal

Ngawen,(pidjar.com)–Pelebaran jalan di Padukuhan Daguran Kidul, Desa Beji, Kecamatan Ngawen menimbulkan permasalahan di kalangan warga setempat. Warga setempat keberatan lantaran dalam pelebaran tersebut, mencaplok tanah milik warga. Sebagai informasi, meski berstatus jalan desa, akan tetapi jalan itu tepat menuju sebuah pabrik peternakan penetasan ayam yang terhitung besar.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum pabrik peternakan ayam besar tersebut beroperasi, akses jalan yang melalui kawasan tersebut hanyalah jalan sempit yang tak bisa dilalui oleh kendaraan besar jenis truk. Namun setelah pembangunan pabrik peternakan, pemerintah desa kemudian berinisiatif untuk memperlebar jalan tersebut. Tak hanya sekedar pelebaran, jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer itu juga kemudian diaspal. Jalan yang dilebarkan sendiri adalah jalur dari Jalan Raya Ngawen-Nglipar hingga jalur yang tepat berada di depan pabrik penetasan telur.

Proyek pelebaran jalan ini menyulut gejolak sebagian warga. Pasalnya tak ada ganti rugi yang diberikan kepada warga pemilik lahan yang terdampak pelebaran jalan tersebut. Warga menuding bahwa proyek pelebaran jalan desa tersebut hanyalah akal-akalan saja untuk memberikan fasilitas kepada pihak pabrik.

Salah seorang warga setempat yang tanah milik keluarganya terdampak pelebaran jalan, G memaparkan, cukup banyak kejanggalan yang muncul dalam proyek tersebut. Dalam sosialisasi sendiri, dihadirkan dari perangkat desa maupun pihak PT yang mengelola pabrik peternakan ayam. Dalam rembug warga ini, warga diminta untuk merelakan tanahnya untuk melebarkan jalan sepanjang 1 meter di masing-masing kanan kiri jalan. Pemdes Beji berdalih dengan menyebut bahwa pembangunan ini demi kebaikan bersama.

“Hanya dikasih uang 50 ribu saat sosialisasi, itupun ndak tahu uang untuk apa,” kata dia, Kamis (12/12/2019).

Untuk lahannya yang terkena pelebaran jalan selebar kurang lebih 1 meter untuk panjangnya sendiri juga lumayan. Belum lagi tanaman yang ada di lahan tersebut juga harus direlakan untuk ditebangi. Selama ini, tidak pernah ada kompensasi yang diberikan oleh pihak PT atau pemerintah desa terkait dengan program pelebaran jalan.

Berita Lainnya  Viralnya Bukit Jagung Picu Kebangkitan Pokdarwis Desa Giring

“Sebenarnya ndak hanya saya kok yang kecewa dan keberatan dengan kebijakan ini. Belum lagi pemasangan tiang listrik, kalau di tempat lain di pinggir tapi di tempat saya justru agak ke tengah. Ya mengganggu to, itu jelas,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, ruas jalan anyar yang sudah berusia hampir setahun tersebut saat ini ada yang sudah dalam kondisi rusak. Di beberapa titik ada aspal yang bolong dan ada pula yang aspalnya naik.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sutarjo memaparkan, proses pelebaran dan pengaspalan jalan desa tersebut dilaksanakan oleh pihak PT pengelola pabrik peternakan ayam. Ia membenarkan bahwa memang tidak ada ganti rugi lantaran program ini sudah merupakan kesepakatan dari seluruh warga. Sutarjo menyebut bahwa warga sudah dengan suka rela memberikan lahannya untuk kepentingan bersama pula. Sosialisasi yang dilakukan oleh sejumlah pihak tersebut kemudian ada penandatanganan kesepakatan dengan masyarakat.

“Semua masyarakat yang lahannya terkena kanan dan kiri pelebaran jalan sudah sepakat ya,” kata Sutarjo.

Disinggung mengenai pelebaran dan pengaspalan jalan yang hanya sampai di lokasi pabrik tersebut, ia berdalih bahwa hal tersebut lantaran bangunan pabrik ini tepat berada di titik perbatasan dengan desa lain. Sehingga kewenangan dari Pemdes Beji hanya sampai pada lokasi ini. Disinggung mengenai pembagian uang Rp 50.000 ketika sosialisasi, Sutarjo menyebut tak tahu menahu perihal uang tersebut.

Berita Lainnya  Pendaftaran CPNS Online Ditutup, Ribuan Pendaftar Isi Ratusan Formasi

“Status jalan desa. Awalnya memang akan dibangun oleh pemerintah desa menggunakan dana desa tapi kemudian dialihkan untuk pembangunan,” tambahnya.

Hal yang berbeda lagi juga diungkapkan oleh Kaur Pemerintahan Desa Beji, Sugiyatno. Ia mengakui bahwa jalan tersebut memang dibangun atas kepentingan pabrik. Semua pembiayaan pembangunan termasuk dalam hal ini pengaspalan dan lainnya ditanggung oleh pabrik peternakan ayam. Namun dalam hal ini, ia tidak mengetahui seluk beluk dari program ini.

“Dalam hal ini saya tidak banyak tahu, tapi setahu saya ini semua pihak PT yang membiayai,” paparnya.

Sementara itu, Dukuh Daguran Kidul, Sugiyanti mengklaim bahwa untuk pelebaran tersebut, seluruh warga sudah sepakat mengizinkan tanahnya dipakai untuk pelebaran jalan. Disinggung mengenai berapa KK pemilik lahan yang sepakat dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan, Sugiyanti mengaku tidak mengetahui secara pasti. Dokumen-dokumen tersebut menurutnya dibawa oleh pihak PT pengelola pabrik peternakan ayam. Adapun dalam proses sosialisasi pelebaran jalan itu, pihaknya hanya sekedar diundang. Untuk segala macam hal yang berkaitan, termasuk siapa-siapa pemilik lahan sudah ditangani oleh perwakilan dari PT.

Sugiyanti menyebut bahwa kesepakatan ini dibuat demi kemajuan wilayahnya. Jalan tersebut pada masa lalu sangat rusak dan sempit sehingga mengganggu mobilitas warga.

“Saat ini sudah dibangun bahkan diaspal apalagi juga ada penerangannya,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler