Sosial
Derita Petani Cabai, Dihargai Tak Layak Serta Harus Berpacu Dengan Waktu
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Harga komoditas cabai memang tidak bisa diandalkan. Harganya bahkan bisa naik turun secara ekstrim. Bahkan, sejumlah pedagang menyebut, harga pasaran cabai tahun ini lebih ekstrim jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan karakter yang semacam ini, para petani cabai layaknya berjudi dengan harga pasar.
Rabu (01/09/2021) siang tadi, salah seorang petani asal Kapanewon Wonosari, Wasidi mulai memanen satu per satu cabai rawit merah yang ia tanam sejak beberapa bulan lalu. Ia menceritakan, awalnya ia membeli 1.000 batang benih cabai rawit merah. Adapun seribu batang benih tersebut ia beli dengan harga Rp. 2,5 juta.
“Tiga bulan lalu, pasaran cabai masih bagus, seratusan ribu,” ujarnya saat diwawancarai pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu siang.
Wasidi menambahkan, awalnya ia memang membayangkan keuntungan yang bisa ia dapat dengan pasaran harga cabai itu. Tak heran apabila benih-benih cabai tersebut ia rawat sedemikian rupa, mulai dari rutin menyiram hingga memberi pupuk. Hampir setiap pagi, pria yang kini berusia 75 tahun tersebut sibuk dengan kebun cabainya. Selain cabai rawit merah, pria 11 cucu tersebut juga menanam cabai kriting hijau.
“Ya waktu menanam ada harapan besar, kalaupun turun ya harganya gak seekstrim ini,” terang Wasidi.

Setelah 90 hari berlalu, tibalah waktu yang ia tunggu-tunggu yaitu waktu panen. Kaget bukan main, tak seperti yang ia perkirakan, harga cabai justru anjlok cukup ekstrim. Menurutnya harga saat ini bisa disebut sangat tidak layak.
“Saya kan begitu panen ya langsung cari informasi untuk tengkulak. Harapannya bisa langsung dijual,” jelasnya.
Di pasar, harga cabai rawit per kilogramnya hanya dibeli pedagang dengan harga Rp. 8.000 per kilogramnya. Sedangkan harga cabai kriting dibeli dengan harga Rp. 3.000 per kilogramnya.
Meski sangat shock dengan harga itu, di sisi lain ia tak bisa berbuat banyak. Hampir satu kwintal hasil panen cabainya harus segera dijual. Ia juga harus berpacu waktu karena cabai bisa segera membusuk jika terlalu lama disimpan.
“Ya mau gimana lagi, tidak ada pilihan lain, takut busuk malah ndak ada harganya,” keluhnya lirih.
Sementara itu, salah seorang pedagang cabai di Pasar Argosari Wonosari, Siti, mengaku, harga cabai sendiri memang turun secara ekstrim sejak satu bulan belakangan. Adapun cabai rawit sendiri saat ini hanya ia jual dengan harga Rp 10 ribu per kilogram di pasaran. Sedangkan harga cabai keriting hanya dihargai Rp 8 ribu per kilogramnya.
“Turunnya memang sangat ekstrim, jauh sama tahun lalu yang masih puluhan ribu,” kata Siti.
Menurutnya, penerapan PPKM ini memang sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Apalagi, komoditas cabai sangat identik dengan hajatan.
“Lha sekarang juga hajatan tidak diperbolehkan, rasulan juga tidak ada, yang mau beli siapa. Cuma konsumsi sendiri dan rumah makan, tidak seberapa kebutuhannya. Saya juga sampai sekarang ini nggak berani nyetok banyak,” urainya.
Saat dikonfirmasi, Kasi Dsitribusi Bidang Perdagangan Disperindag Gunungkidul, Sigit Haryanto menambahkan, saat ini, berdasarkan harga yang ia survei di sejumlah pasar, memang harga cabai mengalami penurunan drastis. Ia menyebut, untuk harga cabai rawit merah per kilogramnya Rp. 15 ribu sedangkan hijau Rp. 10 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai keriting merah dipatok Rp. 18 ribu dan hijau Rp. 16 ribu per kilogram.
“Daya beli masyarakat rendah, petani panen raya. Pengaruhnya itu,” tutup Sigit.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
