fbpx
Connect with us

Olahraga

Lakukan Pendataan Atlet Muda, Pemerintah Minta KONI Kecamatan Lebih Aktif Lakukan Pembinaan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah melakukan pendataan atlet-atlet muda yang ada di bumi handayani. Hal itu dilakukan untuk memetakan potensi atlet sehingga dapat diarahkan dan dibina oleh pemerintah sejak dini. Upaya tersebut sekaligus untuk mengaktifkan kembali KONI di tingkat kecamatan agar lebih aktif.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Gunungkidul, Irfan Ratnadi mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pendataan terhadap atlet-atlet muda yang ada di tingkat desa dan kecamatan di Gunungkidul. Untuk pendataan sendiri pihaknya melibatkan KONI kecamatan untuk menjaring bibit-bibit juara.

“Atlet-atlet yang ada di tingkat SD dan SMP kita bidik, kita data. Saat ini masih dalam proses pendataan,” ujar Irfan, Kamis (20/06/2019).

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pendataan, maka pihaknya akan mampu mengetahui bakat dari anak-anak di Gunungkidul. Sehingga mereka nantinya dapat dibina sedini mungkin oleh pemerintah.

“Selama ini atlet yang ada banyak ikut di club, mereka berlatih disana karena jadwalnya jelas dan rutin. Maka dari itu fungsi KONI Kecamatan akan kita aktifkan lagi untuk membina atlet yang ada di wilayahnya. Karena selama ini pasif, mandek di pendataan saja,” terang Irfan.

Menurutnya langkah ini sangat penting untuk dilakukan. Mengingat, Gunungkidul merupakan Gudang atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Kalau atletik Gunungkidul memang gudangnya. Banyak atlet yang lahir dan berkembang dari Gunungkidul,” imbuh dia.

Ia juga mengatakan, kondisi geografis di Gunungkidul sangat cocok untuk tumbuh kembang para atlet. Meski tidak menjelaskan secara ilmiah, namun Irfan meyakini hal tersebut karena banyaknya atlet luar daerah memilih berlatih di bumi handayani ini.

“Banyak atlet memilih latihan di Gunungkidul. Mungkin karena medannya cocok untuk melatih fisik dan stamina,” imbuh dia.

Terkait dengan olahraga selain atletik di Gunungkidul, Irfan mengakui memang masih menjadi pekerjaan rumah yang akan terus dibenahi. Menurutnya, kendala utama adalah pada dana yang akan diberikan kepada pelaku olahraga untuk memacu semangat mereka.

“Kalau untuk cabang-cabang lain itu apalagi yang beregu kan banyak orangnya, kalau kita mau berikan uang pembinaan kalau sedikit kurang, karena orangnya banyak, tapi kalau mau disamakan dengan olahraga tunggal besarannya juga belum mampu kita,” terang dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler