fbpx
Connect with us

Olahraga

Fasilitasi dan Tingkatkan Dunia Olahraga Gunungkidul, Pemkab Akan Bangun Sport Center

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabuaten Gunungkidul melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga tengah menggagas pembangunan sport center guna mempersiapkan sebagai tuan rumah ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda). Selain itu diharapkan dapat menghidupkan semangat dan eksistensi dunia olahraga Gunungkidul. Meski ajang bergengsi ini akan digelar tahun 2023 mendatang, untuk pembangunan sport center sendiri telah digagas mulai tahun ini.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Irvan Radnadi mengatakan lahan sekitar 40 hektare dibutuhkan dalam membangun sport center. Setelah melalui rundingan dan koordinasi dengan sejumlah lembaga lain, diputuskan lokasi berada di timur Stadion Handayani.

“Sekarang masih penyusunan masterplan oleh konsultan. Mungkin 2 bulan kedepan sudah jadi,” terang Irvan Radnadi, Sabtu (08/06/2019).

Selanjutnya meski sudah ada gambaran mengenai letaknya, untuk pengadaan tanah sendiri baru akan diproses usai masterplan disetujui. Penyusunan DED pun akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang dan diharapkan setidaknya tahun 2021 sport center ini dapat mulai dibangun dengan mempertimbangkan kembutuhan atlet yang akan berlaga maupun kondisi di Gunungkidul.

Lebih lanjut ia memaparkan, bedasarkan hitungan sementara yang dilakukan mengacu pada kebutuhan masing-masing cabang olahraga, diakumulasikan 40 hektare lahan akan dibutuhkan dalam pembangunan ini. Nantinya dari wilayah Jeruksari, Wonosari akan tembus di sebelah utara makam Bong China atau di Tawarsari, Wonosari.

“Kita sudah punya gambaran kemudian disempurnakan oleh konsultan. Persiapan ya mulai sekarang, proses pembangunan kan butuh waktu lama,” imbuhnya.

Disinggung mengenai standar yang dipatok, Irvan mengaku dari pemkab tidaklah muluk-muluk. Berada di wilayah kabupaten maka sport center yang akan dibangun tersebut paling tidak berstandar nasional terlebih dahulu. Ia menyadari jika selama ini, tempat untuk berlatih para atlet berprestasi dan pemula dari Gunungkidul belum terfasilitasi secara maksimal. Tempat latihan pun terkadang masih menumpang dan bahkan memanfaatkan lahan yang ada.

Momentum ini kemudian dijadikan pemkab untuk memberikan fasilitas, agar para atlet merasa terfasilitasi, diperhatikan dan kemampuannya dapat lebih terasah kembali. Adapun sedikit gambaran, nantinya di bangunan tersebut akan di lengkapi dengan berbagai fasilitas lain mulai dari pedagang dan beberapa hal lainnya. Dengan demikian akses dan kelengkapan dalam berlatih semakin mudah pula.

“Semua tahu lah pasti, ada banyak atlet hebat dari Gunungkidul yang ikut ajang di tingkat bawah dan internasional, maka dari itu kita ingin berikan fasilitas yang menunjang untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka,” tambahnya.

Sekretaris KONI Gunungkidul, Heri Susanto mengungkapkan jika dalam perencanaan pembangunan sport center ini tentunya melibatkan KONI. Sejauh ini koordinasi masih terus dilakukan oleh pemkab dalam menyempurnakan kebutuhan-kebutuhan desain dan lain sebagainya. Pendataan kebutuhan masing-masing cabang olahraga pun dilakukan agar persiapan jauh lebih matang.

“Semua terlibat pastinya. Dengan adanya pembangunan ini harapan besar kami semua terfasilitasi dan jauh lebih baik lagi,” terangnya.

Adapun dari pendataan yang dilakukan sejauh ini terdapat 36 cabang olahraga yang membutuhkan ruang atau fasilitas untuk sekedar berlatih atau bahkan menjadi tempat digelarnya ajang pertandingan. Mimpi besar pemkab agar dunia olahraga semakin gemilang dan tidak terpuruk pun perlahan bangkit dan semakin nyata.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler