Olahraga
Berkat Catur, Prestasi Lintang Bersinar Terang Hingga Berhasil Menjadi Dokter
Playen (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak kecil Lintang Wulandari (23) sudah mencintai olah raga catur. Putri kedua dari Sudiro (55) warga Banyubening II, Bejiharjo, Karangmojo ini sudah malang melintang dalam kancah percaturan tingkat nasional. Tak heran dara kelahiran 29 Februari 1996 ini bahkan menyandang ban Master Nasional Wanita dalam olahraga catur. Berkat bidak catur pula Lintang Wulandari bisa masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada hingga sekarang tinggal menunggu wisuda.
“Saat ini sudah Co Ass, sebentar lagi wisuda dan sah menyandang status dokter gigi,” kata Lintang disela mengikuti Percasi GK Open Tournament 2019 di Handayani JM Resto Siyonoharjo, Minggu (30/6/2019).
Lebih lanjut dijelaskan Sudiro, anak keduanya ini sudah menggeluti catur sejak kelas 2 SD. Berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga nasional telah diikuti Lintang. Berbagai provinsi berhasil disambangi Lintang lantaran keahliannya bertarung dan memainkan strategi mengolah bidak catur agar menang dalam pertandingan.
“Terakhir meraih juara 1 kejuaraan catur antar mahasiswa di ITB. Lintang juga peraih medali emas Porda tahun 2015 di Kulon Progo. Saya sendiri sampai nggak hafal berapa jumlah piala atau throphy kejuaraan yang telah diraihnya,” jelas Sudiro bangga.
Sementara itu diungkapkan Bambang Sutrisno, Ketua Pengcab Percasi Kabupaten Gunungkidul, pihaknya sudah melirik bakat Lintang sejak masih anak-anak. Pengcab Percasi intensif melakukan pendekatan dan mengasah bakat Lintang agar berhasil meraih prestasi terbaik.

“Sedianya sejak masih kelas 3 SD sudah akan kita bawa untuk Kejurnas di Riau. Namun berhubung masih kelewat kecil akhirnya baru setahun selanjutnya kita bawa untuk mengikuti kompetisi sejenis. Dan hasilnya tak sia-sia, dari catur dia bisa masuk Fakultas Kedokteran UGM lewat jalur prestasi,” katanya.
Disisi lain, Percasi Gunungkidul saat ini sedang getol menyelenggarakan turnamen dan kompetisi catur. Tujuannya hanya satu, menjaring bibit-bibit pecatur handal yang kelak akan mengharumkan nama Gunungkidul di berbagai ajang kejuaraan. Paling dekat Percasi Gunungkidul mentargetkan 2 medali emas dalam ajang Porda di Kota Yogyakarta bulan Oktober 2019 mendatang.
“Dalam Percasi GK Open 2019 ini kita menggunakan system Swiss dimana setiap pemain harus bertarung sebanyak 7 kali dengan lawan yang berbeda beda. Menang melawan menang, remis musuhnya remis dan yang kalah akan berhadapan lawan yang kalah pada pertandingan sebelumnya. Nah peraih point terbanyak itulah yang akhirnya jadi pemenang,” papar Bambang.
Dari 74 peserta, Ridwan Nursanto MN dari Gunungkidul berhasil meraih juara I dengan mengumpulkan point 6 ½, sedangkan Bintang Lazuardi MN dari Yogyakarta menjadi runner up dengan 6 point. Sedangkan Lintang Wulandari MNW dalam ajang ini hanya berhasil menempati peringkat ke 19 dengan 4 ½ point.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
