fbpx
Connect with us

Sosial

Luncurkan Lagu Gunungkidul Kabeh Sedulur, Grup Band Biskoeit Ajak Angkat Potensi dan Promosikan Daerah

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Lama vakum dari dunia musik di Gunungkidul, grub band Biskoeit akhirnya kembali mengeluarkan lagu baru di Bulan Agustus 2019 ini. Grub band yang sempat digandrungi kalangan pelajar dan remaja di Bumi Handayani itu masih konsisten membawakan dan menciptakan lagu-lagu dengan aliran pop punk. Meski terkesan layaknya musik keras namun lirik yang ada mudah dipahami oleh penikmat musik dan cukup menghibur.

Lagu yang baru saja dilaunching sekitar 2 hari lalu itu diberi judul Gunungkidul Kabeh Sedulur. Adapun tema yang diangkat adalah mengenai kehidupan masyarakat Gunungkidul dengan segala keunggulan yang dimiliki. Selain dilaunching secara terbuka, lagu baru dari band kawakan di kabupaten ini juga dapat dinikmati di youtube channel milik band Biskoeit.

Salah satu anggota Biskoeit, Bayu Chandra mengatakan, grub band ini sendiri dibentuk pada tahun 2002 lalu dengan mengadopsi aliran layaknya band-band barat yang tengah booming dimasa itu seperti Greenday, Blink 182, Sum41 dan beberapa band lainnya. Dari situ, bakat Bayu, Puma dan satu temannya terus diasah, hingga dibentuknya band dengan aliran pop punk ini. Tahun 2008 lalu, band tersebut mengeluarkan single dengan judul Gadis SMA 1.

Di zamannya, lagu tersebut cukup populer bahkan merajai pasar di Gunungkidul. Musik selalu di perdengarkan dan diputar baik di radio ataupun saat adanya acara. Boomingnya lagu itu mendorong Biskoeit  mengeluarkan beberapa single lainnya seperti Homesick, Olahraga Sambil Bercinta yang juga cukup populer dikalangan pemuda. Tahun 2013 setelah mendapatkan penghargaan pada ajang Kompilasi tingkat DIY, Biskoeit kembali mengeluarkan lagu dengan judul X-Love.

Berita Lainnya  Siap Maju Lomba Tingkat Provinsi, Desa Nglanggeran Andalkan BUMDes

“Setelah lagu itu kami launching beberapa waktu kemudian sempat vakum dari dunia permusikan di Gunungkidul. Ya karena masing-masing personil sibuk dengan aktifitas dan pekerjaan lain,” kata Bayu Chandra, Minggu (11/08/2019).

Sekitar 6 tahun lamanya vakum dari dunia permusikan. Keinginan untuk kembali membangkitkan dunia musik di Gunungkidul semakin menggebu. Akhirnya awal tahun ini ketiga personil Biskoeit mulai menciptakan lagu. Tidak butuh waktu yang lama untuk menciptakan lagu, rekaman hingga shooting video klip karena memang bakat mereka cukup kental dan didukung oleh teman-teman maupun keluarga masing-masing.

Lagu dengan judul Gunungkidul Kabeh Sedulur diciptakan oleh Bayu dan rekan-rekan dengan membaca kondisi daerah yang mulai berkembang pesat. Band ini ingin menunjukkan kepada masyarakat umun dan mengkampanyekan aksi nyata dalam mendukung dan mempromosikan daerah, salah satunya dengan berkarya, seni dan gerakan. Kendati masih dalam aliran pop punk, namun lebih slow dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya.

Berita Lainnya  Antisipasi Kericuhan Pasca Penghitungan Suara Pilkades Serentak, Polres Siagakan Tim Dalmas Terlatih

“Ingin kami tunjukkan jika segala sesuatu sebenarnya bisa untuk mempromosikan daerah. Ya salah satunya dengan lagu, selain itu juga untuk menghibur lah semua pasti suka dengan musik,” tambah dia.

Gunungkidul Kabeh Sedulur mengajak kaum muda mudi untuk berbangga dengan potensi daerah maupun desa yang dimiliki. Tidak perlu malu berasal dari desa, karena semua memiliki keunggulan tersendiri. Terlebih Gunungkidul sendiri saat ini tengah berkembang pesat, selain destinasi yang tengah moncer juga mengajak masyarakat untuk berpikir lebih positif.

“Ada kebanggaan tersendiri bagi saya dan teman-teman menciptakan lagu ini. Saya sebagai warga Gunungkidul ingin berpartisipasi dalam mengembangkan daerah, salah satunya ya dengan lagu ini,” imbuh Bayu.

Lebih lanjut, berkaca pada kondisi remaja saat ini yang sebagian justru malu berasal dari desa semakin mendorong band ini mengkampanyekan aksi nyata. Pemuda diharapkan memiliki kratifitad, produktif dan tidak malu serta tidak terpengaruh budaya lain. Semangat gotong royong, berbuat baik dan tepi sliro lah yang lebih ditekankan pada para pemuda dan masyarakat umum.

“Lagu ini kami ciptakan cukup merakyat baik lirik maupun gambar di videonya. Aktifitas di pasar, kegiatan keseharian dan menggambarkan bagaimana kehidupan kita. Dimana pun pasti selalu di terima dan seolah layaknya saudara,” tutupnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler