fbpx
Connect with us

Sosial

Langka di Pasaran, Harga Bawang Bombai Melonjak Hingga 300%

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Masyarakat saat ini cukup diresahkan dengan kelangkaan bawang bombai di pasaran. Bahkan selain langka, bumbu penyedap masakan alami ini harganya saat ini mencapai ratusan ribu. Harga ini melonjak hingga hampir 3 kali lipat dari harga normal.

Salah seorang pedagang di Pasar Argosari Wonosari, Fajar menuturkan, sudah dua minggu ini ia terpaksa menaikan harga jual bawang bombai. Per kilogram bawang bombai ia jual dengan kisaran harga Rp. 100.000 hingga hingga Rp. 110.000. Melonjaknya harga bawang bombai ini menurutnya sudah terjadi sejak dua pekan belakangan.

“Naiknya hampir tiga kali lipat, harganya sebelumnya cuma Rp. 40 ribu per kilogram,” ucap Fajar, Selasa (17/03/2020).

Dengan harga yang tinggi ini, tentunya berpengaruh terhadap permintaan dari masyarakat. Sehingga, ia pun hanya berani menyetok bawang bombai dengan jumlah sedikit semenjak harganya meroket. Di samping itu, ia pun mengaku kebingungan untuk menjualnya secara eceran.

Berita Lainnya  Kisah Sia-sianya Peluh dan Dana Ratusan Juta Milik Warga di Balik Mangkraknya Resto Mewah Batoer Hill

“Biasanya kan orang beli paling cuma satu biji dua biji nah saya bingung mau jual berapa,” katanya.

Fajar mengaku tidak mengerti penyebab mahalnya bawang bombai ini. Sejauh ini, dia tetap menjual bawang bombai kendati stoknya dikurangi.

“Pembeli pasti ada yang tanya dan mau beli meskipun mahal,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih menjelaskan, penyebab melejitnya harga bawang bombai ialah impor yang terkendala. Sejauh ini menurut dia bawang bombai diimpor dari Cina dan India.

“Padahal pembelinya menurun, karena keberadaan Corona ini banyak yang tidak keluar rumah, padahal pembeli utamanya kan resto cepat saji di mall,” tandas Yuniarti.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler