Peristiwa
Lansia di Tepus Ditemukan Meninggal Penuh Luka Bakar
Tepus,(pidjar.com)– Seorang petani berusia 77 tahun bernama Saryono, warga Padukuhan Pringsanggar, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi mengalami luka bakar di ladang Mendongan, Padukuhan Duwet, Jumat (16/10/2026) malam.
Kapolsek Tepus AKP Kasta menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban berangkat ke ladang sekitar pukul 10.00 WIB. Korban pergi seorang diri dengan berjalan kaki.
“Sekitar pukul 18.00 WIB, korban belum pulang ke rumah. Pihak keluarga kemudian melaporkan hal tersebut kepada ketua RT setempat, yang selanjutnya diteruskan kepada dukuh,” jelas AKP Kasta.
Menurutnya, setelah menerima laporan tersebut, dukuh bersama sejumlah warga berupaya mencari korban ke lokasi ladang. Pencarian dilakukan karena korban belum kembali hingga petang.
“Sekitar pukul 20.00 WIB, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh mengalami luka bakar,” ungkapnya.
AKP Kasta menyampaikan, warga kemudian meminta bantuan tim SAR untuk mengevakuasi korban. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Wonosari guna mendapatkan penanganan medis.
“Korban sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, sekitar pukul 22.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.
Lebih lanjut, berdasarkan analisis awal kepolisian, korban diduga hendak membersihkan ladangnya dengan cara membakar daun atau sampah kering. Aktivitas tersebut diperkirakan menjadi salah satu kemungkinan yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Namun, penyebab pasti korban mengalami luka bakar belum dapat dipastikan.
Kapolsek Tepus menambahkan, lokasi ladang yang jauh dari permukiman warga serta kondisi angin kencang diduga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam peristiwa tersebut.
Pihak keluarga, lanjutnya, telah menerima kejadian itu. Jenazah korban selanjutnya dibawa pulang untuk dimakamkan pada Sabtu (17/10/2026).
AKP Kasta mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membersihkan lahan, terutama jika menggunakan cara membakar dedaunan atau sampah kering.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun daun kering. Terlebih saat angin kencang, karena api berpotensi merembet dan membahayakan keselamatan,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized2 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
