Connect with us

bisnis

Lebih dari Tempat Perlindungan, Anggrek Astuti Jogja Tabur Nilai Nasionalisme

Diterbitkan

pada

Jogja, (pidjar.com) — Anggrek Astuti Jogja merupakan wadah kreatifitas pemberdayaan anggrek. Terletak di kaki Gunung Merapi di daerah Pakem, Sleman, Yogyakarta, Anggrek Astuti Jogja menitikberatkan cara memperlakukan anggrek bukan hanya sebagai komoditas perdagangan dan pertanian. Namun, wadah kreatifitas pemberdayaan anggrek ini berupaya memupuk kebanggaan dengan cara menyematkan nilai nasionalis, cultural, artistic dan estetik.

Director Anggrek Astuti Jogja, Hananda Hutami Putri mengatakan, wadah pemberdayaan kreatifitas ini lebih dari sebagai tempat perlindungan. Anggrek Astuti Jogja bertujuan untuk mengidentifikasi Kembali budidaya anggrek, menyajikan sudut pandang baru bagi para penggemar.

“Tempat ini berusaha untuk memperkenalkan metode inovative, melangkah jauh dari pendekatan tradisional, dan menghadirkan gagasan baru dalam merawat bunga-bunga anggrek yang lembut ini,” katanya di Sleman, Sabtu (14/9/2024).

Berita Lainnya  Gapeka 2025 Berlaku Mulai 1 Februari, KAI Bandara Yogyakarta Tetapkan Jadwal Baru

Nanda menjelaskan, Anggrek Astuti Jogja bukan hanya menjadi tempat budidaya dan penjualan, tetapi juga melambangkan platform kreativitas tanpa batas. Di tempat ini, individu didorong untuk menjelajahi dan mengekspresikan visi artistic mereka secara bebas, baik melalui pengaturan anggrek yang inovatif, teknik budidaya eksperimental, atau tampilan yang imajinatif.

“Melalui anggrek ini kami fokuskan pada pendidikan yang dilakukan melalui lokakarya, penjualan dengan nilai tambah kami karena kami menjual anggrek sebagai karya unik, anggrek sebagai karya seni hidup melalui tampilan kreatif dan anggrek sebagai kebanggaan Indonesia karena ini warisan budaya, ” ujarnya.

Nanda mengungkap, untuk semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap tanaman anggrek, Anggrek Astuti telah menggelar Pameran Instalasi Anggrek di Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta pada tanggal 13-30 Agustus 2024 lalu.

Berita Lainnya  Budidaya Bawang Merah Kian Menjanjikan, Petani Mulai Coba Varietas Bauji

Pameran hasil kerjasama dengan sejumlah penganggrek Yogyakarta ini menampilkan berbagai anggrek asli Indonesia dan turunannya, tanaman hidup dan lumut pada media anyaman bambu.

“Pameran berlanjut pada tanggal 4 – 29 September 2024 yang berupa event pameran instalasi dan mengisi stand pameran komunitas di acara Vredeburg Fair. Melalui inisiatif ini, kami berharap bisa meningkatkan persepsi publik terhadap anggrek, sekaligus memperkuat hubungan antara manusia dan alam,” jelasnya.

Mengusung tema ‘Kehidupan harus terus tumbuh, jika tidak akan mati perlahan dan bersama-sama’, pameran tersebut juga menjadi ajang kegiatan kampanye anggrek.

“Misi kami adalah untuk menumbuhkan apresiasi yang mendalam terhadap anggrek, simbol kekayaan alam Indonesia. Sebagai negara kedua terbesar dalam keanekaragaman hayati anggrek, Indonesia diberkahi dengan beragam jenis tanaman yang luar biasa indah,” pungkasnya. (Ken).

Berita Lainnya  Cetak Pengusaha Muda Yang Inspiratif, Rumah BUMN Gunungkidul Selenggarakan Lomba Ide Bisnis

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler