Connect with us

bisnis

Kisah Pilu Pembudidaya Ikan Lele Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pembudidaya ikan lele dipusingkan dengan naiknya harga pakan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan harga pakan lele disinyalir dipicu naiknya harga harga bahan baku pembuat pakan.

Ketua Koperasi Mina Mulya Maju Mandiri yang bergerak di bidang budidaya lele, Kasmanto, mengungkapkan harga pakan ikan lele mengalami kenaikan belakangan ini. Bahkan hampir setiap bulan harga pakan ikan lele terus meroket. Ia juga telah mendapatkan surat edaran jika harga pakan ikan lele akan mengalami kenaikan pada akhir bulan Mei mendatang.

“Sudah banyak sekali ini naiknya, setiap bulannya hampir naik terus. Misalnya tanggal 15 kemarin ada harga pakan yang naik, sekarang juga ada, terus besoknya juga ada yang naik,” ucapnya.

Berita Lainnya  Keluhan Masyarakat ke Pemkab Didominasi Kondisi Jalan Yang Memprihatinkan

Ia menambahkan, dari pengalamannya ketika harga pakan mengalami kenaikan maka cenderung akan stabil naiknya dan tidak mengalami penurunan. Dalam budidaya yang dilakukannya, setidaknya untuk setiap 1.000 ekor ikan lele membutuhkan sekitar 90 kilogram pakan dari awal hingga panen. Dengan naiknya harga pakan tentu modal dalam budidaya juga akan meningkat.

“Kalau naik terus seperti ini khawatirnya banyak pembudidaya ikan lele gulung tikar,” imbuh Kasmanto.

Menurutnya, untuk menyiasati harga pakan ikan lele yang terus mengalami kenaikan perlu adanya inovasi dalam pengadaan pangan secara mandiri. Namun dalam pelaksanaannya, para pembudidaya terkendala dengan alat yang dibutuhkan untuk pengolahan.

“Kendalanya memang alat, kalau menggunakan alat zaman dulu yaitu giling daging maka hasilnya akan basah dan perlu pengering. Tapi kalau pakai alat extruder itu hasilnya sudah kering tinggal menganginkan saja,” terangnya.

Padahal, bahan dasar untuk membuat pakan ikan lele secara mandiri mudah untuk ditemukan. Ia mencontohkan bahan dasarnya seperti tepung ikan, telur invertil, tepung jagung, bakatul, tepung kedelai, tepung bulu, dan lainnya.

“Semoga pembudidaya mandiri di gunungkidul tetap semangat dan berusaha memenuhi kebutuhan  ikan lele di Gunungkidul, kita sebagai tuan harus jadi pelaku bukan penonton,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler