fbpx
Connect with us

Peristiwa

Ledakan Klaster Layatan Panggang, Puluhan Positif Dua Meninggal Dunia

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul nampaknya harus kembali bekerja ekstra dalam penanganan covid-19. Bahkan dalam klaster layatan Panggang, petugas telah melakukan tracing terhadap ratusan orang. Dimana puluhan diketahui positif covid dan dua orang meninggal dunia.

Senin (19/04/2021) tadi, Bupati bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan meninjau langsung kondisi masyarakat di Padukuhan Panggang 1, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang. Pasalnya di wilayah ini penyebaran dan penularan covid-19 cukup masif. Puluhan orang dinyatakan terkonfirmasi positif setelah melakukan takziah, dan saat ini banyak yang melakukan isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan klaster layatan di Padukuah Panggang ini dilakukan tracing terhadap 655 orang. Saat ini baru dikerjakan tracing sebanyak 370 orang, yang melakukan swab PCR sebanyak 37 orang dengan hasil positif 34.

“Dua diantaranya meninggal dunia,” jelas Dewi Irawaty.

Mayoritas dari mereka yang positif menjalani isolasi mandiri. Dirinya bersama dengan Bupati Sunaryanta telah meninjau warga yang menjalani isolasi mandiri. Himbauan untuk menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan juga dilakukan.

Termasuk dengan antisipasi lainnya, dan pemberian semangat agar mereka yang menjalani isolasi mandiri ikhlas serta semangat untuk sembuh.

Disinggung mengenai kulster hajatan di Padukuhan Ngasem Kalurahan Getas, Dewi mengatakan sudah ada 44 orang yang diswab hasilnya 32 orang positif. Mayoritas dari mereka menjalani isolasi mandiri dan ada yang di rumah sakit.

Terpisah, Carik Giriharjo mengatakan, dari bulan lalu hingga sekarang penularan covid masih ditemukan di wilayahnya. Berkaitan dengan tracing yang dilakukan, saat ini petugas baru menyelrsaikan 3 RT. Hasilnya 2 RT masuk dalam zona merah.

“Ya masih ada warga kami yang isolasi mandiri. Untuk logistik Alhamdulillah aman, ada bantuan dari pemerintah kalurahan, Dinas Sosial, dan pihak lain seperti Bank Giriartha, dan individu,” ucap Muharyanto.

Ia sedikit cerita, dari mereka yang terkonfirmasi positif ada 2 orang yang mulanya suspek kemudian meninggal dunia. Mereka sudah termasuk sepuh dan ada penyakit penyerta.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler