Peristiwa
Ledakan Klaster Layatan Panggang, Puluhan Positif Dua Meninggal Dunia
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul nampaknya harus kembali bekerja ekstra dalam penanganan covid-19. Bahkan dalam klaster layatan Panggang, petugas telah melakukan tracing terhadap ratusan orang. Dimana puluhan diketahui positif covid dan dua orang meninggal dunia.
Senin (19/04/2021) tadi, Bupati bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan meninjau langsung kondisi masyarakat di Padukuhan Panggang 1, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang. Pasalnya di wilayah ini penyebaran dan penularan covid-19 cukup masif. Puluhan orang dinyatakan terkonfirmasi positif setelah melakukan takziah, dan saat ini banyak yang melakukan isolasi mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan klaster layatan di Padukuah Panggang ini dilakukan tracing terhadap 655 orang. Saat ini baru dikerjakan tracing sebanyak 370 orang, yang melakukan swab PCR sebanyak 37 orang dengan hasil positif 34.
“Dua diantaranya meninggal dunia,” jelas Dewi Irawaty.
Mayoritas dari mereka yang positif menjalani isolasi mandiri. Dirinya bersama dengan Bupati Sunaryanta telah meninjau warga yang menjalani isolasi mandiri. Himbauan untuk menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan juga dilakukan.

Termasuk dengan antisipasi lainnya, dan pemberian semangat agar mereka yang menjalani isolasi mandiri ikhlas serta semangat untuk sembuh.
Disinggung mengenai kulster hajatan di Padukuhan Ngasem Kalurahan Getas, Dewi mengatakan sudah ada 44 orang yang diswab hasilnya 32 orang positif. Mayoritas dari mereka menjalani isolasi mandiri dan ada yang di rumah sakit.
Terpisah, Carik Giriharjo mengatakan, dari bulan lalu hingga sekarang penularan covid masih ditemukan di wilayahnya. Berkaitan dengan tracing yang dilakukan, saat ini petugas baru menyelrsaikan 3 RT. Hasilnya 2 RT masuk dalam zona merah.
“Ya masih ada warga kami yang isolasi mandiri. Untuk logistik Alhamdulillah aman, ada bantuan dari pemerintah kalurahan, Dinas Sosial, dan pihak lain seperti Bank Giriartha, dan individu,” ucap Muharyanto.
Ia sedikit cerita, dari mereka yang terkonfirmasi positif ada 2 orang yang mulanya suspek kemudian meninggal dunia. Mereka sudah termasuk sepuh dan ada penyakit penyerta.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
