Uncategorized
Lewat Seni dan Ruang Cerita, Yakkum Ajak Anak Muda Gunungkidul Peduli Kesehatan Mental
Wonosari, (pidjar.com) – Kepedulian terhadap kesehatan mental generasi muda menjadi perhatian pusat rehabilitasi Yakkum. Melalui program ASIK (Aksi Sehat Jiwa, Inisiatif, dan Kontribusi Orang Muda) yayasan ini mrnggandeng ratusan pemuda untuk berekspresi, menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta gagasan mengenai kesehatan mental.
Programer Asik dari Yakkum, Rafli mengatakan program ASIK merupakan sebuah program dengan fokus pada anak-anak muda untuk mengambil peran dalam mengedukasi kesehatan mental untuk sesama anak muda. Di era sekarang ini, anak muda juga masuk pasa kelompok rentan terhadap kesehatan mental. Gaya hidup, tuntutan pekerjaan, tekanan pada hal-hal tertentu, kondisi lingkungan sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan mental untuk itu, melalui program ini para pemuda diajak untuk berekspresi dan menyampaikan apa yang dialami.
“Salah satunya melalui karya seni atau hal-hal positif lainnya. Mereka bisa berekspresi menceritakan apa yang dialami atau apa yang dirasa melalui goresan-goresan pada kanvas,” kata Rafli.
Pada Sabtu, (17/10/2026) diselenggarakan kegiatan Ruang Cerita Orang Muda: Youth Stories, Real Voice, Real Change yang digelar di Bangsal Sewokoprojo oleh Yakkum berkolaborasi dengan Karangtaruna Kalurahan Siraman.
“Kegiatan kami di Bangsal Sewoko Projo ini adalah bagian dari mendengar dan mengangkat suara para pemuda tentang kesehatan mental ini,”tandasnya.
Ada beberapa kegiatan seperti pameran lukisan, pelatihan seni, edukasi hingga talkshow. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengalaman dan aspirasi generasi muda diharapkan tidak berhenti sebagai cerita dalam forum diskusi.
Suara mereka diharapkan menjadi pijakan bagi kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental di Kabupaten Gunungkidul.
Sementara itu, Manajer Program Rehabilitasi PRYAKKUM, Christian Pramudya, mengatakan pada talkshow yang diselenggarakan kemarin bertajuk Dari Cerita ke Kebijakan: Suara Orang Muda, Arah Perubahan: Membangun Gunungkidul yang Ramah Kesehatan Mental Orang Muda.
Diskusi tersebut membahas berbagai upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan mental generasi muda. Sejumlah hal yang menjadi perhatian meliputi penyediaan ruang aman, penguatan dukungan sosial, peningkatan literasi kesehatan mental, serta kemudahan akses terhadap layanan dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan orang muda.
Menurutnya, ersedianya ruang belajar sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda melalui peluncuran Ruang Cerita Orang Muda sangat penting.
Inisiatif tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi pusat pembelajaran mengenai kesehatan mental yang dapat dimanfaatkan dan direplikasi oleh kelompok masyarakat lainnya.
“Gagasan kawan-kawan Siraman melalui Ruang Cerita Orang Muda adalah sebuah gagasan besar. Mimpinya adalah bagaimana tempat ini bisa menjadi rujukan dan pusat sumber belajar tentang kesehatan mental, yang nantinya dapat dibagikan ke lebih banyak pihak,” ungkap Christian.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah kabupaten hingga pemerintah kalurahan dalam menyediakan ruang partisipasi yang benar-benar melibatkan orang muda. Keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan, komunitas Karang Taruna, organisasi kepemudaan, maupun organisasi berbasis keagamaan.
Dengan demikian, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat program, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan ikut menentukan langkah yang berkaitan dengan kebutuhan mereka.
-
Uncategorized3 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Kualitas 6 Sumber Air Gunungkidul, BBWSSO Temukan Amonia hingga Coliform
