Uncategorized
Pasca Idul Adha, Harga Sapi di Gunungkidul Justru Semakin Tinggi
Wonosari,(pidjar.com)– Harga hewan ternak, khususnya sapi, di Kabupaten Gunungkidul justru mengalami kenaikan signifikan setelah perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Kenaikan harga terjadi di tengah menurunnya aktivitas transaksi dibandingkan periode menjelang kurban.
Mantri Pasar Hewan Munggi Semanu, Sugiyarto, mengatakan, sepekan setelah pelaksanaan Idul Adha harga ternak khususnya sapi justru masih sangat tinggi. Berdasarkan pantauan yang dilakukan, harga sapi bakalan saat ini berkisar antara Rp12 juta hingga Rp20 juta per ekor. Sementara untuk sapi ukuran besar dapat mencapai lebih dari Rp20 juta per ekor.
“Untuk sapi betina peliharaan atau tanen harganya juga masih tinggi, berkisar antara Rp15 juta sampai Rp25 juta per ekor,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Berbeda dengan sapi, harga kambing relatif stabil bahkan cenderung murah. Kambing bakalan jantan dijual dengan harga antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor, sedangkan kambing betina berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor.
Pada hari pasaran Selasa Kliwon, Pasar Hewan Munggi mencatat sebanyak 840 ekor kambing dan 226 ekor sapi masuk ke area pasar untuk diperjualbelikan. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan dengan periode sebelum Idul Adha yang mencapai lebih dari 500 hingga 1000 ekor ternak yang masuk.

Sementara itu, Mantri Pasar Hewan Siyonoharjo, Playen, Isnaning Suindarti, mengungkapkan bahwa harga sapi saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan saat momentum Idul Adha beberapa waktu lalu.
“Kenaikan harga sapi berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor. Anakan sapi atau pedhet yang saat Idul Adha lalu masih di kisaran Rp8 juta, sekarang sudah tembus lebih dari Rp10 juta,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh banyaknya peternak yang kembali mencari sapi untuk dipelihara setelah sebelumnya menjual ternaknya guna memenuhi kebutuhan pasar kurban. Tingginya permintaan tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan ternak yang cukup sehingga harga terus terdorong naik.
“Pengunjung pasar cukup ramai, tetapi jumlah ternak yang tersedia sangat terbatas,” tambahnya.
Data dari Pasar Hewan Siyonoharjo menunjukkan, pada Senin Wage (1/6/2026) jumlah hewan besar atau sapi yang masuk hanya mencapai 525 ekor, sedangkan kambing sebanyak 515 ekor.
Pengawasan kesehatan hewan tetap menjadi perhatian pemerintah. Tim medis kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul terus melakukan pemeriksaan rutin guna memastikan ternak yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak dipelihara maupun dipasarkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan, pasca Idul Adha ini harga kebutuhan pokok di Gunungkidul relatif stabil. Hanya untuk komoditas cabai rawit merah dan bawang merah ada sedikit kenaikan.
Cabai rawit merah berkisar Rp 70 ribu sampai Rp 85 ribu, sedangkan bawang merah sekitar Rp 50 ribu. Kemudian untuk daging cendurung turun sekitar Rp 145 ribu perkilo gramnya.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa1 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
