Uncategorized
Inovasi E-StuntCare Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Upaya Mendeteksi Kasus Stunting di Bantul
Bantul,(pidjar.com)– Peran kader posyandu sebagai ujung tombak pemantauan tumbuh kembang anak terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal itu diwujudkan tim dosen Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo-Tegal Kopen, Banguntapan, Bantul.
Kegiatan yang memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 tersebut mengusung tema pemberdayaan kader posyandu untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Tim pengabdi terdiri atas Dr. Ida Nursanti, S.Kep., Ns., MPH, Ika Fitria Ayuningtyas, S.Si.T., M.Kes., dan Murwani Eko Astuti, S.E., M.B.A. Mereka membekali kader dengan pengetahuan mengenai pencegahan stunting, teknik pengukuran antropometri yang sesuai standar, hingga penggunaan aplikasi digital E-StuntCare Tumbuh Kembang Anak.
Ketua tim, Dr. Ida Nursanti, mengatakan program tersebut dirancang agar kader memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memantau pertumbuhan anak sekaligus melakukan deteksi dini terhadap gangguan gizi.
“Penguasaan teknik pengukuran yang benar dinilai penting untuk menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penanganan stunting,” kata dia.

Selain pelatihan teori, peserta juga mendapatkan pendampingan praktik penggunaan alat antropometri, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga pencatatan hasil pengukuran. Seluruh data kemudian diintegrasikan ke dalam aplikasi E-StuntCare sehingga proses dokumentasi dan pelaporan menjadi lebih mudah dan sistematis.
“Melalui aplikasi ini pencatatan dapat lebih mudah dan sistematis. Sehingga dekteksi juga dapat dilakukan lebih awal,” tandasnya.
Pemanfaatan platform digital tersebut juga memberikan nilai tambah karena dapat digunakan sebagai media edukasi bagi orang tua mengenai tumbuh kembang anak. Dengan demikian, kader tidak hanya berperan sebagai petugas pencatat data, tetapi juga menjadi sumber informasi kesehatan bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi penguatan kelembagaan posyandu, pelatihan kompetensi kader, implementasi penggunaan alat antropometri, pengembangan sistem E-StuntCare, edukasi kepada masyarakat, hingga evaluasi dan penyusunan strategi keberlanjutan program.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan rasa percaya diri kader dalam menjalankan tugasnya. Kemampuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan posyandu sekaligus mempercepat identifikasi balita yang berisiko mengalami stunting.
Tim pengabdi menilai keberlanjutan program memerlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, puskesmas, serta masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkesinambungan serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.
Melalui pengabdian ini, Unjaya berharap kader posyandu semakin siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan masyarakat dengan memadukan kompetensi teknis dan pemanfaatan teknologi digital, sehingga lahir generasi yang tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting.
-
Kriminal2 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized1 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Peristiwa4 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan1 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa4 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Peristiwa2 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Hukum4 minggu yang laluTagih Utang Rp350 Ribu Berbuntut Panjang, Polisi Amankan 5 Orang dan 2 Sajam
-
Peristiwa1 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
