Connect with us

Info Ringan

Lima Tips Budidaya Bambu Air Untuk Hiasan Rumah

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bambu air sering dijadikan penghias taman minimalis, baik itu di sekitar kolam atau jadi pembatas pagar. Ada juga yang meletakkan bambu air di dalam hunian atas dasar ilmu Feng Shui, di mana tanaman ini dipercaya dapat mendatangkan kebahagiaan dan kemakmuran bagi pemiliknya. Tanaman bambu air tidak akan kehilangan pamor di tengah kepopuleran tanaman lainnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk menghadirkan jenis bambu ini di rumah. Suasana hunian pun akan jadi lebih alami dan estetik. Nah, daripada Anda membelinya, lebih baik budidayakan sendiri saja di rumah.

Memahami Karakteristik

Sebelum membahas cara membudidayakannya, Anda perlu tahu dulu karaktersitsik dari bambu air. Tanaman bambu ini bisa bertumbuh hingga ketinggian tiga meter. Daun-daunnya ramping dan tumbuh di area cincin tabungnya. Habitat asli tanaman hias ini adalah di rawa-rawa dan tepi sungai, bahkan pasir yang mengandung air. Tidak heran kalau jenis bambu ini dapat ditanam di air dan juga tanah.  Tanaman bambu air tergolong sebagai tanaman yang kuat. Artinya mereka tahan terhadap virus, penyakit tanaman, dan juga serangan hama. Alhasil, perawatannya pun jadi lebih mudah.

Berita Lainnya  Enam Manfaat Kayu Putih dalam Urusan Rumah

Menanam Bambu Air dengan Media Air

Pertama, mari kita bahas cara menanam bambu air dengan media air. Meski menggunakan air, bukan berarti Anda bisa meletakkannya di dalam kolam. Tanaman ini justru bisa busuk jika mendapat terlalu banyak air. Cara yang tepat adalah menyiapkan pot tanaman tanpa lubang yang tujuannya untuk menjaga jumlah air. Susun batu kerikil dan koral di dalam pot tersebut, lalu tancapkan bambu air di antara celah batu supaya berdiri dengan kokoh. Kemudian, tuang air hingga setinggi 2-3 cm.

Menanam Bambu Air dengan Media Tanah

Nah, untuk cara yang menggunakan media tanah, Anda perlu memilih indukan bambu air yang sehat dan batangnya berwarna hijau segar. Di samping itu, siapkanlah tanah, pupuk kompos, dan pot dengan lubang kecil. Jika sudah, letakkan media tanam ke pot yang sudah disiapkan, lalu tancapkan bambu air dengan jarak 3 cm satu sama lain. Siram tanaman ini secara rutin dan pastikan kelembapan tanahnya terjaga dengan baik, ya!

Berita Lainnya  Lima Tips Tampil Ala Princess Jasmine Film Aladdin

Budidaya dengan Cara Setek

Saatnya membudidayakan tanaman bambu air dari koleksimu dengan cara setek. Momen yang tepat untuk melakukan setek adalah pada musim hujan. Hal ini karena bambu memiliki kadar air yang tinggi. Pertama-tama, pastikan usia batang indukan ada pada kisaran satu sampai dua tahun. Setelah itu, pilihlah batang yang sehat dan potong sepanjang 30 cm. Jika sudah, celupkan ke hormon tumbuhan, lalu tutup bagian atasnya dengan lilin dan biarkan selama 24 jam. Selagi menunggu, siapkan polybag yang sudah diisi tanah dan kompos. Nah, kalau sudah 24 jam, letakkan potongan bambu air tadi ke dalam media tanam. Siramlah menggunakan air setiap hari hingga muncul tunas. Namun, jangan segera memindahkan tunas tersebut. Biarkanlah tunas berada di dalam polybag selama satu tahun. Hal ini untuk memastikan akar sudah tumbuh dengan sempurna dan dapat tetap bertumbuh saat dipindahkan ke pot baru.

Berita Lainnya  Delapan Manfaat Biji Mangga Bagi Tubuh

Perawatan Bambu Air

Bambu air yang ditanam menggunakan media tanah perlu disiram setiap hari. Namun, jangan sampai berlebihan karena bisa membuatnya jadi membusuk. Jika Anda menanamnya menggunakan media air, pastikan untuk mengganti air setiap minggu. Ini dilakukan untuk menjaga kebersihan air dan mencegah kehadiran jentik nyamuk.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler