fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Masuk Puncak Musim Penghujan, Wilayah Selatan Gunungkidul Rawan Banjir

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Bulan Januari-Februari ini Kabupaten Gunungkidul masuk dalam puncak penghujan. Hujan yang terjadi belakangan intensitasnya tidak menentu, untuk itu masyarakat diminta untuk lebih waspada akan terjadinya bencana alam seperti longsor, pohon tumbang, dan banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan sejak bulan lalu Kabupaten Gunungkidul masuk pada puncak penghujan. Setiap hari terjadi hujan dalam intensitas sedang hingga lebat. Potensi bencana alam dapat terjadi di wilayah-wilayah Gunungkidul.

“Intensitas hujan yang terjadi bisa berubah-ubah. Dari BMKG terus mengupdate perkembangan prakiraan cuaca di wilayah,” kata Edy Basuki.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh BPBD Gunungkidul, daerah yang sangat rawan banjir adalah di wilayah selatan Gunungkidul. Kemudian seluruh wilayah berpotensi terjadi pohon tumbang, dan daerah yang berada di kawasan tinggi rawan longsor.

“Bisa disertai angin kencang ataupun kilat petir. Untuk itu kami himbau masyarakat untuk lebih waspada dan mengenali kondisi wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.

Adapun untuk hari ini, daerah yang berpotensi terjadi hujan deras di Kapanewon Nglipar, Patuk, Karangmojo, Ngawen dan Gedangsari. Kemudian dapat meluas ke beberapa wilayah lain maupun secara merata di Gunungkidul.

Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Sleman, Indah Retno mengungkapkan, perkiraan cuaca selama seminggu kedepan hujan justru dominan di wilayah utara Gunungkidul. Potensi bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Intensitasnya ringan hingga sedang. Tapi tidak menutup kemungkinan juga meningkat, ya memang saat ini puncak musim hujan,” imbuhnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler