fbpx
Connect with us

Politik

Matangkan Persiapan, KPU Gelar Simulasi Pemungutan Suara

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul 2020 tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan untuk menunjang demokrasi masih dilakukan oleh penyelenggara pemilihan umum yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), mulai dari logistik hingga persiapan pelaksanaan tahapan pencoblosan sampai dengan perekapan hasil suara.

Sabtu (21/11/2020) ini, KPU melakukan simulasi pemungutan suara yang bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan pada hari pencoblosan mendatang. Mulai dari proses awal penyemprotan TPS, penerapan protokol kesehatan dan lainnya. Bahkan juga diselenggarakan simulasi perhitungan serta pelaporan hasil pemungutan suara.

Anggota KPU Gunungkidul, Rohmad Qomarudi mengatakan, beberapa waktu lalu KPU RI mewacanakan rekapitulasi dilakukan dengan menggunakan sistem online. Hal ini nantinya juga akan diterapkan, namun sistem online Sirekap ini hanyalah sebagai alat bantu petugas saja.

Berita Lainnya  Tingkat Kerawanan Pemilu di Gunungkidul Tertinggi Nomor 2 se-DIY

“Petugas juga diberikan simulasi mengenai rekapitulasi menggunakan sistem online dan manual,” ujar Qomarudin.

Ia mengatakan, hitungan dan rekap suara dilakukan tetap secara manual dan dibantu dengan sistem secara online. Dengan demikian, keterbukaan hasil perolehan suara nantinya dapat diakses lebih cepat.

“Untuk acuannya dan perhitungannya tetap secaran manual atau offline. Nanti dibantu dengan online (sirekap) ini agar lebih terbuka dan dapat diakses,” imbuhnya.

Persiapan sumber daya manusia juga perlu dilakukan agar nantinya saat pelaksanaan tidak keteteran.

“Semua TPS nanti rekapnya manual dan online ini,” jelasnya.

Pihaknya telah melakukan pemetaan daerah kuat sinyal maupun daerah blank sinyal internet. Berdasarkan pemetaan hanya segelintir TPS yang blank sinyal dan itu tidaklah menjadi sebuah kendala. Dikarenakan, untuk acuannya nanti tetap pada hasil rekapitulasi secara offline, hanya pelaporannya nanti.

“Di tengah pandemi seperti ini kita penerapan adaptasi kebiasaan baru sehingga perlu adanya simulasi yang lebih untuk mensukseskan terselenggaranya Pilkada,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler