Sosial
Mayoritas Dipicu Perselingkuhan, Trend Permohonan Poligami di Gunungkidul Terus Meningkat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jumlah warga di Kabupaten Gunungkidul yang mengajukan permohonan poligami terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Trend ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini. Meskipun tidak begitu banyak, dari data yang ada, kasus poligami yang terjadi tidak berkaitan dengan strata kekayaan harta.
Humas Pengadilan Agama Gunungkidul, Barwanto mengatakan, bahwa pada tahun 2018 terdapat 13 permohonan poligami yang diajukan ke Pengadilan Agama. Namun dari jumlah tersebut tidak semua permohonan dikabulkan.
“Hanya sepertiga saja yang dikabulkan atas dasar berbagai pertimbangan,” ungkap Barwanto, Minggu (13/01/2019).
Ia menyebut, setiap tahunnya jumlah pemohon rata-rata mengalami peningkatan. Berdasarkan berkas permohonan yang masuk, pada tahun 2015 ada 5 orang melakukan poligami. Kemudian pada dua tahun setelah itu ada 7 dan 8 orang.
Barwanto menyebut, alasan pengajuan poligami memang cukup beragam. Akan tetapi, untuk di Gunungkidul sendiri, poligami terjadi lantaran adanya hubungan perselingkuhan.
“Biasanya memang karena terlanjur memiliki pasangan lain dan kemudian hamil,” ucap dia.
Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa dari sejumlah kasus yang ada, pengajuan poligami tidak hanya dilakukan oleh kalangan dengan tingkat ekonomi atas. Bahkan menurutnya tidak ada pengaruh strata ekonomi dalam perkara itu.
“Ekonomi tidak berpengaruh. Ada kok yang tidak memiliki harta, ada yang memang dari golongan tinggi. Ada yang cuma punya motor thok, tapi karena memang terlanjur harus disegerakan,” lanjut dia.
Sementara ketika disinggung mengenai poligami yang melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ia enggan berkomentar banyak.
Ia menyebut, untuk melakukan poligami memang harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Adanya kesepakatan dengan istri terdahulu acap kali menjadi kunci terlaksananya poligami.
“Ada syarat khusus, istri sakit sudah tidak bisa melayani, ataupun karena telah terjadi kesepakatan, ikhlas satu sama lainnya,” kata dia.
Kemudian, untuk beberapa permohonan yang ditolak, menurutnya lantaran tidak memenuhinya kriteria atau persyaratan yang diajukan. Jika dipaksakan, dikhawatirkan akan berdampak buruk.
“Kalau yang ditolak karena memang tidak masuk kriteria. Takutnya justru menyakitkan mereka yang terlibat. Memang sering ada tahapan ditanyai untuk mendapat alasan dan data yang lebih detail,” pungkas dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
