Sosial
Melirik Hasil Budidaya Pepaya California
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Petani di Kabupaten Gunungkidul mulai berinovasi dalam pembudidayaan tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura. Salah satu jenis tanaman buah yang belakangan dibidik untuk dikembangkan karena sangat potensial dan menguntungkan adalah pepaya california. Sejumlah petani di beberapa daerah mulai menuai hasilnya.
Salah seorang petani pepaya california, Suroto mengatakan, sejak beberapa waktu lalu dirinya membudidayakan tanaman pepaya di lahan seluas 1 hektare lebih. Di lahan tersebut Suroto menanam sekitar 1.500 batang pohon pepaya.
Berbulan-bulan tanaman tersebut ia pupuk dan dirawat sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh petani. Saat mulai dewasa perawatan juga tetap diperhatikan agar buah yang dihasilkan berkualitas baik.
“Kalau pepaya ini bisa beberapa kali petik. Belum lama ini sekali petik kita dapat 1,5 sampai 2 ton pepaya. Itu kita petiknya 2 minggu sekali ya saat buahnya sudah masak,” kata Suroto warga Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan.
Saat ini tumbuhan yang ia miliki tersebut sekarang sebagian hampir peremajaan kembali. Ia mengungkapkan awal mula membudidayakan pepaya kalifornia hanyalah iseng-iseng saja. Namun demikian diimbangi dengan mempelajari di buku maupun dari intwrnet.

Ternyata saat panen sangat bagus dan menguntungkan bagi petani. Ia kemudian menekuni membudidayakan pepaya california dan buah jenis lainnya.
“Di Gunungkidul sangat menguntungkan sekali. Karena pasarannya cukup bagus, banyak peminatnya. Kemudian untuk harga 3000 per kilo tapi bisa naik turun sesuai dengan kondisi,” paparnya.
Sedikit kendala yang dihadapi ditengah pandemi ini penjualannya memang agak menurun. Ketekunan dan kesuksesannya dalam bertani pepaya ternyata diketahui banyak petani lain. Beberapa dari daerah juga banyak yang belajar bersama dirinya. Ada yang membeli bibit dan bertukar pikiran.
“Sudah mulai ada kok, contohnya temen dari Siyono ada yang kesini karena tertarik budidaya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Budi Sudartanto mengatakan, sudah banyak petani Gunungkidul yang berinovasi dalam pemanfaatan lahan mereka.
Tidak melulu tanaman pangan dan palawija dengan sekali dua kali panen. Akan tetapi sudah ada yang 3 sampai 4 kali panen dengan sistem pertanian beragam dan produknya juga beragam.
“Pepaya california kalau di Gunungkidul itu bagus, cocok untuk tumbuhan ini. Ada beberapa yang mengembangkan, hasilnya sangat baik,” kata Budi.
Menurutnya, perawatan tumbuhan ini cukuo mudah. Untuk masa tanam sampai panen selama sekitar 8 bulanan, harganya juga menjanjikan. Keunggulan dari pepaya california dagingnya lebih tebal, rasanya juga lebih manis jika dibandingkan dengan pepaya biasa.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
