Connect with us

Sosial

Memprihatinkan, Bibir Pantai Krakal Malah Jadi Ajang Aksi Mobil-mobil Off Road

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sekelompok wisatawan dari sebuah klub mobil melakukan aksi tidak terpuji di sekitar areal Pantai Krakal pada Minggu (18/02/2018). Menggunakan mobil off road, para wisatawan itu membawa serta mobilnya ke area bibir pantai. Tak sampai di situ saja, 2 mobil diantaranya bahkan turut terjun ke air. Aksi ini tentunya membuat risih wisatawan lainnya yang merasa hal tersebut berpotensi merusak ekosistem maupun karang-karang di bibir laut. Melihat kejadian ini bukan kali pertama terjadi, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diminta agar ke depan bisa lebih tegas lagi dalam menegakkan aturan demi menjaga keindahan pantai Gunungkidul.

Kuntari Puspandari, warga Purbosari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari menjadi satu dari sekian banyak warga yang resah dengan adanya kesan pembiaran terhadap kegiatan klub-klub mobil semacam ini di area sekitar bibir pantai. Lindasan ban-ban mobil off road yang besar dan sampai menginjak areal air ini dikhawatirkannya akan merusak ekosistem maupun karang pantai.

Berita Lainnya  Ilmu Titen Petani Mulai Sulit Baca Kondisi Iklim

“Kalau cuma diinjak manusia saya kira nggak merusak, tapi kalau dilindas ban-ban mobil off road yang besar dan juga berbentuk radial seperti itu pasti merusak. Apalagi mereka meski nggak terlalu jauh masuk ke airnya, akan tetapi sempat memacu kendaraannya dengan kencang mungkin untuk ancang-ancang kembali ke daratan,” urai Kuntari, Kamis (22/02/2018) petang.

Adanya aktifitas mobil-mobil off road ini disaksikannya ketika tengah berlibur di Pantai Krakal pada Minggu silam. Kala itu ia melihat sekitar 8 mobil off road yang tengah berada di pasir pantai. Saat itu memang kondisi air laut tengah surut. Beberapa mobil kemudian berputar-putar di sekitar pasir pantai. Tak berselang lama, ada 2 mobil yang terjun ke air.

Berita Lainnya  Perkecil Ukuran, Siasat Pedagang Tahu Bertahan di Tengah Lambungan Harga Kedelai Impor

“Saat itu ada banyak pengunjung yang ngrasani, tapi tidak ada yang sampai berani complain ke komunitas mobil off road tersebut. Saya sendiri kurang tahu dari komunitas mana,” ucapnya.

Ia mempertanyakan apakah berkeliarannya mobil-mobil tersebut telah mendapatkan izin dari pengelola ataupun petugas di Pantai Krakal sebelumnya. Ia berharap ke depan, hal semacam ini bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah dan dilakukan pelarangan. Selain berpotensi merusak ekosistem air, juga mengganggu kenyamanan wisatawan lainnya yang ingin menikmati suasana pantai.

“Apalagi saat itu saya juga melihat ada 1 motor trail yang masuk ke air,” imbuh dia.

Menanggapi keluhan wisatawan tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono, menegaskan bahwa masuknya kendaraan-kendaraan yang sampai melewati sempadan pantai jelas menyalahi aturan. Seharusnya, area tepi pantai sudah menjadi kawasan terlindungi yang tidak boleh dirusak.

Berita Lainnya  Hingga Awal November 2018, Sebanyak 23 Nyawa Warga Gunungkidul Berakhir di Tali Gantungan

Terkait adanya ini, lanjut Harry, perlu kesadaran dari wisatawan yang wajib melakukan aktifitas sesuai dengan peruntukan kawasan. Jangan sampai wisatawan datang bukan untuk menikmati keindahan wisatanya namun justru merusak alam yang seharusnya dilindungi.

"Perlu adanya kesadaran dari masyarakat dan wisatawan tentunya untuk menjaga keasrian alam,"

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler