Sosial
Menyusu Ibu Hingga Usia 7 Tahun Hantarkan Pelajar SMA N 2 Wonosari ini 2 Kali Menjadi Siswa Terbaik Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mellina Abriyanti (17) siswa dari SMAN 2 Wonosari menjadi lulusan SMA/SMK terbaik di Gunungkidul pada tahun ajaran 2017/2018 ini dengan nilai 368,50. Prestasi Mellina sendiri cukup superior, karena menariknya, gadis warga Piyaman II, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari itu semasa berada di bangku SMP juga menjadi lulusan terbaik se-Indonesia dengan nilai sempurna.
Diceritakan Lina, sejak sukses menjadi siswa lulusan terbaik semasa bersekolah di SMPN 1 Wonosari, dirinya waktu itu sempat menjadi rebutan beberapa sekolah baik di Yogyakarta maupun di Gunungkidul. Namun Lina lalu memilih SMA N 2 Wonosari yang menawarkan beasiswa sepenuhnya kepadanya.
"Ada SMA 8 Yogyakarta, SMA 1 Yogyakarta dan SMA 1 Wonosari menawarkan kepada saya untuk masuk ke sana, tetapi saya memilih SMA 2 Wonosari karena ada tawaran lebih, yakni tidak perlu membayar biaya SPP," kata Mellina, Jumat (04/05/2018).
Menjadi siswa yang istimewa semacam ini membuat Lina kemudian lebih termotivasi dalam menempuh studi. Dirinya menjadi tekun dalam belajar dan tidak ingin memalukan nama baik SMA kebanggaannya. Saat usai lulus SMP dirinya bertekad untuk mempertahankan predikat siswa lulusan terbaik, namun sayangnya kali ini dirinya gagal. Meski gagal menjadi lulus terbaik se-Indonesia, ia tetap menjadi siswa dengan nilai terbaik se-Gunungkidul. Bahkan, Lina dengan jumawa berhasil meraih nilai sempurna dalam mata pelajaran Fisika di mana ia mendapatkan nilai 100 alias nilai sempurna. Adapun dalam UNBK kali ini, Lina berhasil meraup nilai total 368,5 dengan rincian selain nilai 100 pada mata pelajaran Fisika juga Bahasa Inggris dengan nilai 82,00; Bahasa Indonesia 94; Matematika 92,5.
"Ya mempertahankan itu lebih sulit, saya sekarang di peringkat 16 Provinsi," kata dia.

Adapun kunci kesuksesan dalam mengerjakan soal menurut Mellina ialah sosok guru. Sikap seorang guru menurutnya menjadi hal yang sangat penting. Jika guru tersebut menyenangkan, maka siswanya akan tekun dalam belajar.
"Sebenarnya ini gara-gara guru Fisika saya di SMP, beliau sangat menyenangkan, saya jadi paham Fisika, kemarin dapat nilainya 100," katanya dengan senyuman.
Putri dari pasangan Sunarya (51) dan Sugiyati (52) itu mengungkapkan bahwa pesan dari guru tersebut menjadi pegangan baginya. Setiap soal menurutnya harus dikerjakan sampai benar-benar paham.
"Kunci yang saya pegang itu ucapan guru saya dulu, jangan cuma menghafal rumus, tapi kamu harus tahu konsep," lanjut dia.
Lebih lanjut dikatakan, meskipun menjadi lulusan terbaik, saat ini dirinya masih tekun belajar untuk melanjutkan kuliah. Ia masih kebingungan untuk mencari perguruan tinggi yang akan menjadi pelabuhan berikutnya karena pada kesempatan pertama di SMPTN dirinya gagal lolos.
"Kemarin pengennya di Teknologi Industri UGM. Besok mau coba lagi SBMPTN masih daftar di UGM juga tapi grade jurusannya saya turunin," katanya sambil tertawa.
Sementara itu, ayah Mellina, Sunarya mengatakan meski menurun, ia tetap bangga akan prestasi anaknya. Ia merasa bahwa bimbingannya selama ini bersama istri kepada Lina berhasil karena mengantarkan Lina menjadi lulusan terbaik di Gunungkidul. Sebab menurutnya menumbuhkan disiplin belajar kepada anak itu sangat sulit.
"Saya itu kereng sama anak-anak, anak saya 3, ketika masih SD sampai kelas 4 itu saya damping belajarnya. Saya harus tahu anak-anak bisa enggak. Kalau sudah lepas kelas 4 saya tinggal mengingatkan bahwa sudah waktunya belajar," ujar Sunarya.
Sunarya mengatakan, bahwa ketiga anaknya mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Namun ketika disinggung resep rahasia ketiga anaknya bisa menjadi secerdas ini, Sunarya justru kebingungan.
"Apa ya, makan juga cuman biasa paling kalau saya pulang kerja itu mereka saya belikan telur asin. Pengennya ada gizi masuk ya untuk anak agar cerdas," terang dia.
Ketiga anaknya yang berada di atas rata-rata pun mempunyai kisah unik saat masih usia anak-anak. Tiga anak termasuk Mellina itu masih menyusui ibunya sampai umur 7 tahun.
"Entah ngaruh atau tidak tapi kenyataannya anak saya seperti itu," imbuh dia.
Sunarya dan Sugiyati saat ini mendukung penuh keinginan anaknya untuk terus menuntut ilmu. Namun Sunarya mempunyai keinginan, Mellina menjadi seorang guru.
"Kakaknya kerja di kantor Pemkab Gunungkidul, dia lulusan IPDN. Kalau Mellina ini condongnya ke fisika, saya arahkan untuk ke Pendidikan Fisika UNY. Tapi kami hanya manut, mantepnya anak gimana," pungkas dia.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
