fbpx
Connect with us

Info Ringan

Mencicipi Olahan Tawon Baluh, Serangga Mematikan dengan Cita Rasa Lezat

Diterbitkan

pada tanggal

Paliyan,(pidjar.com)–Tawon baluh merupakan salah satu jenis lebah yang cukup berbahaya, pasalnya memiliki sengatan cukup menyakitkan beberapa efek pun seringkali dirasakan oleh seseorang yang tersengat hserangga ini. Namun dibalik itu semua, warga tak banyak yang tahu jika tawon muda serta larvanya bisa diolah menjadi masakan yang memiliki cita rasa enak dan gurih.

Seperti dilakukan oleh Saji, warga Desa Giring, Kecamatan Paliyan. Ia kerap mengolah larva dan tawon baluh untuk menjadi lauk makan bersama keluarga maupun tetangga sekitar rumahnya. Kendati demikian, untuk mencari atau mendapatkan tawon baluh hingga akhirnya menjadi olahan yang tidak ada tandingaannya ini tidaklah mudah, lantaran ada perjuangan tersendiri.

Pria ini sering memanfaatkan informasi dari warga lain tentang keberadaan tawon atau bahkan tidak sengaja menemukan sarang tawon saat tengah beraktifitas. Mengambil sarang tawon bukan perkara mudah, butuh keberanian yang besar. Sebab, jika salah perhitungan, bukan tidak mungkin akan diserang ratusan lebah. Maklum, serangga dengan sengatan luar biasa dan dapat mematikan inin hidup berkoloni di sarang mereka. Jika merasa terganggu, mereka akan menyerang.

Waktu yang tepat untuk memanen sarang tawon ini adalah pada malam hari. Saji harus menyiapkan beberapa peralatan, salah satunya yaitu kapas atau kain yang digunakan untuk menyumpal atau menyumbat. Nantinya, kain itu dibasahi menggunakan bahan bakar minyak seperti pertalite. Penutupan lubang pun harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan sampai tawon yang sedang beristirahat mengetahuinya.

Berita Lainnya  Enam Kandungan yang Mampu Meredakan Sakit Gigi

“Kalau kemarin hanya langsung saya masukan karung lalu saya potong (dipetik). Tapi lebih bagus kalau sarangnya ditutup bensin atau sejenisnya,” kata Saji, Minggu (28/07/2019) pagi.

Setelah dibawa pulang, satu per satu anak tawon diambil dari sarangnya dan ditempatkan ke dalam wadah untuk dipisahkan dengan beberapa komponen lainnya. Setelah itu dicuci hingga bersih barulah dicampur dengan bumbu yang telah sediakan. Bumbu untuk mengolah Tawon Baluh pun sangatlah sederhana dan mudah didapatkan dalam keseharian, meski begitu rasa dari olahan ini pun mampu memanjakan lidah penikmatnya.

“Hanya bawang putih sama garam lalu ditumbuk dan dicampur. Atau bisa juga menggunakan bumbu bacem,” jelas dia.

Setelah itu didiamkan beberapa saat agar bumbunya meresap. Lalu diolah dengan memisahkan antara larva dan tawon dewasa.

“Terus diaduk agar matangnya merata. Tetapi pelan-pelan,” katanya.

Kuliner ekstrem memang tidak bisa dipisahkan dari warga Gunungkidul. Beberapa jenis serangga dan hewan yang sekiranya tak lazim di konsumsi dapayt dioleh oleh warga Bumi Handayani menjadi kudapan yang jempolan, bahkan bernilai jual tinggoi dan digemari oleh orang-orang dari daerah lain. Mulai dari belalang, ulat dan kepompong pohon jati, hingga jangkrik. Namun begitu, untuk jangkrik dirinya belum pernah mengolahnya.

“Kalau ulat jati, ulat jedung, belalang, puthul kalau pas musim juga bisa diburu. Kalau lebah kan gak musiman dan jarang sekali diketahui keberadaan sarangnya,” jelas dia.

Ia mengaku, hasil olahannya itu tidak untuk dijual. Biasanya ia mengabari tetangga sekitar untuk ikut menikmati tawon olahannya memang tidak dijual. Warga biasa mengonsumsi sendiri bersama beberapa orang lainnya. Tawon paling enak disantap menggunakan sambal dan nasi putih hangat.

“Tapi kalau yang tidak tahan bisa gatal juga, seperti kalau gak kuat makan ulat dan sejenisnya,” pungkas dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler