Connect with us

Info Ringan

Mencicipi Olahan Tawon Baluh, Serangga Mematikan dengan Cita Rasa Lezat

Diterbitkan

pada

Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tawon baluh merupakan salah satu jenis lebah yang cukup berbahaya, pasalnya memiliki sengatan cukup menyakitkan beberapa efek pun seringkali dirasakan oleh seseorang yang tersengat hserangga ini. Namun dibalik itu semua, warga tak banyak yang tahu jika tawon muda serta larvanya bisa diolah menjadi masakan yang memiliki cita rasa enak dan gurih.

Seperti dilakukan oleh Saji, warga Desa Giring, Kecamatan Paliyan. Ia kerap mengolah larva dan tawon baluh untuk menjadi lauk makan bersama keluarga maupun tetangga sekitar rumahnya. Kendati demikian, untuk mencari atau mendapatkan tawon baluh hingga akhirnya menjadi olahan yang tidak ada tandingaannya ini tidaklah mudah, lantaran ada perjuangan tersendiri.

Pria ini sering memanfaatkan informasi dari warga lain tentang keberadaan tawon atau bahkan tidak sengaja menemukan sarang tawon saat tengah beraktifitas. Mengambil sarang tawon bukan perkara mudah, butuh keberanian yang besar. Sebab, jika salah perhitungan, bukan tidak mungkin akan diserang ratusan lebah. Maklum, serangga dengan sengatan luar biasa dan dapat mematikan inin hidup berkoloni di sarang mereka. Jika merasa terganggu, mereka akan menyerang.

Berita Lainnya  Lima Fakta Tentang Bulu Mata

Waktu yang tepat untuk memanen sarang tawon ini adalah pada malam hari. Saji harus menyiapkan beberapa peralatan, salah satunya yaitu kapas atau kain yang digunakan untuk menyumpal atau menyumbat. Nantinya, kain itu dibasahi menggunakan bahan bakar minyak seperti pertalite. Penutupan lubang pun harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan sampai tawon yang sedang beristirahat mengetahuinya.

“Kalau kemarin hanya langsung saya masukan karung lalu saya potong (dipetik). Tapi lebih bagus kalau sarangnya ditutup bensin atau sejenisnya,” kata Saji, Minggu (28/07/2019) pagi.

Setelah dibawa pulang, satu per satu anak tawon diambil dari sarangnya dan ditempatkan ke dalam wadah untuk dipisahkan dengan beberapa komponen lainnya. Setelah itu dicuci hingga bersih barulah dicampur dengan bumbu yang telah sediakan. Bumbu untuk mengolah Tawon Baluh pun sangatlah sederhana dan mudah didapatkan dalam keseharian, meski begitu rasa dari olahan ini pun mampu memanjakan lidah penikmatnya.

“Hanya bawang putih sama garam lalu ditumbuk dan dicampur. Atau bisa juga menggunakan bumbu bacem,” jelas dia.

Setelah itu didiamkan beberapa saat agar bumbunya meresap. Lalu diolah dengan memisahkan antara larva dan tawon dewasa.

“Terus diaduk agar matangnya merata. Tetapi pelan-pelan,” katanya.

Kuliner ekstrem memang tidak bisa dipisahkan dari warga Gunungkidul. Beberapa jenis serangga dan hewan yang sekiranya tak lazim di konsumsi dapayt dioleh oleh warga Bumi Handayani menjadi kudapan yang jempolan, bahkan bernilai jual tinggoi dan digemari oleh orang-orang dari daerah lain. Mulai dari belalang, ulat dan kepompong pohon jati, hingga jangkrik. Namun begitu, untuk jangkrik dirinya belum pernah mengolahnya.

“Kalau ulat jati, ulat jedung, belalang, puthul kalau pas musim juga bisa diburu. Kalau lebah kan gak musiman dan jarang sekali diketahui keberadaan sarangnya,” jelas dia.

Ia mengaku, hasil olahannya itu tidak untuk dijual. Biasanya ia mengabari tetangga sekitar untuk ikut menikmati tawon olahannya memang tidak dijual. Warga biasa mengonsumsi sendiri bersama beberapa orang lainnya. Tawon paling enak disantap menggunakan sambal dan nasi putih hangat.

“Tapi kalau yang tidak tahan bisa gatal juga, seperti kalau gak kuat makan ulat dan sejenisnya,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler