fbpx
Connect with us

Info Ringan

Mendadak Bekerja Pasca Lama Liburan Timbulkan Stres, Bagaimana Antisipasinya?

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Libur lebaran, weekend dan cuti bersama selama 11 hari pada tahun 2019 ini tentu saja cukup merefreshkan beban pikiran dan penat. Banyak diantara kita menggunakan momen liburan itu untuk berkunjung ke sanak famili, pergi berlibur dan bersenang-senang. Namun tahukah anda ternyata liburan panjang dan tiba-tiba harus kembali bekerja bagi sebagian manusia menyebabkan stres.

Biasanya, awal mula yang dirasakan seseorang saat mengalami gejala setres pada umumnya misalnya berat badan naik atau turun secara mendadak, sakit kepala, imsomnia, sulit konsentrasi dan merasa lebih cepat lelah. Jika anda tiba-tiba merasakan hal demikian, bisa dipastikan anda setres akibat harus kembali ke rutinitas bekerja setelah lama liburan. Lalu bagaimana solusinya?

1.Rencanakan aktivitas yang nyaman

Setidaknya seminggu setelah libur lebaran harus diisi dengan kegiatan yang nyaman saat mulai bekerja. Misalnya merencanakan makan siang bersama teman atau pasangan bisa mematik motivasi agar nyaman melewati hari. Selain itu, bisa pula merencanakan pergi ke salon atau belanja kebutuhan sehari-hari sedikit bisa mengurangi sindrom setres paska liburan usai.

2. Menulis Gratitude

Tidak disadari, dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan sebenarnya adalah suatu hal yang sentral perlu kita syukuri. Dengan bersyukur alam bawah sadar kita akan lebih merasa tenang. Tuhan pun akan menambah nikmat kepada umatnya yang senantiasa bersyukur. Menulis list gratitude atau jurnal alasan kita untuk bersyukur setiap harinya akan mengembalikan mood kita seusai liburan. Kita akan melihat kembali anugerah Tuhan yang telah diberikan dan patut disyukuri sehingga semangat untuk kembali menjalankan rutinitas kembali bisa menepis setres akibat liburan lama.

3. Mulai merencanakan liburan selanjutnya

Tentu saja, sebagai pekerja akan jenuh jika pencapaian-pencapaian selama bekerja tidak diikuti dengan motivasi merencanakan sesuatu. Sehingga merencanakan agenda liburan selanjutnya penting dilakukan. Misalnya, mulai mencari-cari destinasi wisata yang menarik dikunjungi. Merinci biaya untuk mengunjungi lokasi wisata, mencari promo-promo sewa hotel atau tiket akomodasi. Hal ini penting lho, terlebih apabila jauh-jauh hari merencanakan liburan, anda akan lebih hemat dibandingkan liburan secara mendadak.

4. Share pengalaman dan foto liburan

Sebagai generasi milenial, foto selalu identik dengan keberadaan kita. Hal ini sebenarnya bisa menjadi obat setres kita. Dengan cara membagikan foto dan pengalaman liburan ke sosial media, banyak teman komentar ataupun menyukai akan menjadi hal sederhana untuk mengembalikan mood usai liburan. Selain itu, anda juga akan berkontribusi memfollow up lokasi wisata yang anda kunjungi. Menarik bukan?

5. Luangkan waktu untuk beristirahat

Meskipun menyenangkan, liburan juga menyebabkan kita merasa lelah. Untuk itu, usai berlibur sebaiknya kita meluangkan waktu untuk bersitirahat dalam sehari. Jadinya, berikan jeda satu hari seusai liburan dan sebelum bekerja agar tidak jet lag. Membebaskan diri untuk tidur ataupun menikmati me time bisa memulihkan mood menjelang kembali berutinitas.

6. Lakukan pekerjaan dengan membatasi diri

Di awal rutinitas bekerja ada baiknya jangan melakukan pekerjaan yang langsung berat. Batasi diri anda dan mulailah dengan melakukan perkerjaan yang dinilai dapat dihadapi. Memberikan batasan adalah cara tepat untuk mengelola pikiran sesuai luburan yang penuh tekanan. (Ulfah Nurul Azizah)

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler