Sosial
Menelusuri Keberadaan Macan Tutul Jawa di Gunungkidul
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabupaten Gunungkidul tak hanya kaya akan potensi keindahan alamnya yang menakjubkan, namun juga keanekaragaman satwa yang unik. Termasuk satwa yang masih misterius keberadaannya dan sangat jarang terlihat. Salah satunya ialah keberadaan macan tutul jawa atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Panthera Pardus Melas. Penelitian paling terkenal untuk membuktikan keberadaan satwa tersebut dilakukan oleh Theodorus Damar Baskara dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) tentang Identifikasi Jenis Hewan Mangsa Panthera Melalui Analisis Feses di Gunungkidul. Penelitian tersebut mencoba mengungkap keberadaan macan tutul jawa di Gunungkidul melalui feses yang ditemukan di beberapa lokasi.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Theo, sapaan akrabnya tertarik untuk meneliti hal tersebut lantaran penasaran. Selain itu, lingkaran pertemanannya juga tak jauh dari aktifitas konservasi satwa. Theo yang kini tinggal di Padukuhan Tawarsari, Kalurahan Wonosari melakukan penelitiannya pada 2010 silam. Dalam kajian ilmiahnya ini, ia berhasil menemukan beberapa bukti keberadaan macan tutul jawa berupa feses dan jejak kaki.
“Proses penelitian dari pengambilan sampel dan pemeriksaan di laboratorium sampai tiga tahun,” ucapnya saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (07/09/2021).
Dalam penelitiannya tersebut, Theo melakukan pemantauan di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahan macan tutul jawa. Seperti di Song Bendo di Kapanewon Karangmojo, Celah Nglengok di Kapanewon Rongkop dan Song Bejono di Kapanewon Ngawen.
“Ada temuan feses di Song Bendo dan Celah Nglengok, kemudian juga temuan cakaran di Song Bejono dan Celah Nglengok dan rambut di Song Bejono,” tulis Theo.

Hewan liar seperti macan tutul jawa, umumnya berada ataupun tinggal di tempat-tempat yang relatif susah dijangkau manusia. Namun seiring bertambahnya jumlah penduduk dari masa ke masa tentunya membutuhkan perluasan kawasan penduduk, pertanian, hingga industri. Saat ini, hampir seluruh lahan di Gunungkidul yang diduga sebagai habitat hidupnya macan tutul jawa telah berubah menjadi lahan tadah hujan milik warga setempat. Hal tersebut mempengaruhi keberadaan hewan yang akan dimangsa oleh macan tutul jawa menjadi berkurang.
“Namun beberapa hewan seperti luwak, tikus, burung puyuh, garangan, dan landak, masih mempunyai populasi yang cukup melimpah,” jelasnya.
Ukuran macan tutul jawa sendiri secara keseluruhan mempunyai panjang 2,1 meter. Tubuh macan tutul jawa tidak begitu pendek dan gemuk, sehingga dapat bergerak dengan gesit. Panjang kepala sampai dengan badan sekitar 95 cm sampai 150 cm, panjang ekor sekitar 60 cm sampai sekitar 95 cm. Sedangkan beratnya rata-rata ialah 24 kg sampai 45 kg.
“Dulu pernah masang kamera trap di beberapa lokasi di Sumberwungu, Tepus, hasilnya nihil. Tapi setelah dicek ke sana lagi ada jejak kakinya. Kemungkinan karena ada bau yang asing jadi rute jalan macan tutulnya memutar ke arah yang lain,” terang dia.
Sebelumnya bulan Juli 2019 silam warga Kelurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, sempat dibuat geger dengan menyebarnya kabar tentang keberadaan macan tutul jawa yang berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk. Sejauh ini muncul klaim-klaim warga yang melihat adanya satwa tersebut namun belum dapat dibuktikan dengan dokumentasi maupun fisik.
“Hasil penelitian diharapkan dapat memberi informasi tentang hewan mangsa macan tutul jawa di Gunungkidul, karena merupakan aspek penting untuk konservasi hewan tersebut. Perlu dilakukan pemantauan secara berkelanjutan di lokasi – lokasi penemuan feses,” ulas Theo.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
