Info Ringan
Mengenal dan Mengantisipasi Glositis, Penyakit Radang Lidah Pada Anak-anak
Wonosari,(pidar.com)–Memiliki buah hati memang sangat menyenangkan dan memberikan warna yang berbeda dalam menjalani kehidupan. Akan tetapi saat sang anak sakit, anda pasti akan kalang kabut. Sebagai orang tua, anda harus selalu banyak membaca dan mencari tahu gejala hingga pengobatan bagi si anak. Pengenalan penyakit anak memang masih jarang. Apalagi jika penyakit tersebut agak aneh, Glositis misalnya.
Glositis adalah peradangan atau infeksi lidah. Hal ini bisa juga menyerang anak-anak. Gejalanya lidah membengkak, berubah warna, dan papila menghilang. Papila adalah benjolan kecil pada permukaan lidah. Fungsi papila sangat dirasakan pada saat kita mengunyah makanan. Papila berisi ribuan sensor kecil yang disebut selera. Jika lidah mengalami radang parah yang menyebabkan bengkak, kemerahan, dan nyeri, maka hal tersebut jelas akan mengganggu cara makan dan juga bahkan berdampak pada berbicara.
Secara medis, penyakit ini dapat dibedakan menjadi beberapa tipe dengan mempertimbangkan tingkat keparahannya. Berikut adalah penjelasan mengenai empat tipe glositis :
1. Glositis Akut
peradangan pada lidah yang muncul secara tiba-tiba dan biasanya gejala yang timbul lebih parah. Glositis tipe ini pada umumnya disebabkan karena alergi.

2. Glositis Kronik
Peradangan lidah pada tipe ini mempunyai gejala yang hilang timbul, biasanya merupakan salah satu gejala dari penyakit tertentu.
3. Glositis Idiopatik
Glossitis Idiopatik, yang juga dikenal dengan Hunter’s glossitis, mengenai otot dari lidah. Pada kondisi ini sejumlah papil di lidah menghilang. Penyebabnya sampai saat ini tidak diketahui.
4. Glositis Atrofi
Pada tipe ini terjadi ketika hampir seluruh papil di lidah menghilang, sehingga warna dan tektur dari lidah akan berubah, biasanya lidah akan berubah menjadi merah gelap.
Penyebab glositis bisa bermacam-macam. Bisa dikarenakan infeksi bakteri atau virus, iritasi akibat luka bakar, minuman terlalu panas, makanan terlalu panas, paparan tembakau, alkohol, tepi gigi yang kasar, reaksi alergi terhadap produk tertentu, dan penyakit seperti defisiensi zat besi, defisiensi vitamin B, dan lain-lain. Pada beberapa kasus, glositis merupakan penyakit keturunan, dapat diwariskan secara genetika.
Gejala glositis yang parah bisa menyebabkan kemampuan berbicara terganggu, sulit makan dan sulit menelan. Bahkan bisa menghalangi jalan napas. Bila gejala glositis cukup parah dan bertahan selama lebih dari 10 hari maka dianjurkan menemui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Biasanya pengobatan dengan antibiotik, vitamin, hingga obat-obatan tertentu. Nah, untuk mencegah glositis datang, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut si kecil, ya! Sebab, kondisi mulut dan gigi yang higienis juga dapat mencegah infeksi kuman dan bakteri. Nah, semoga bermanfaat!
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized5 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
