Info Ringan
Mengenal Penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) yang Mampu Mematikan
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Masyarakat pasti sudah pernah mendengar istilah Ice Bucket Challenge yang bahkan dilakukan oleh beberapa artis nasional. Ice Bucket Challenge sediri merupakan kegiatan positive untuk menggalang dana dan simpatisan bagi para penderita ALS yang digagas pertama kali di Amerika Serikat, sensasi beku yang dirasakan saat tersiram air dingin pada tubuh mirip seperti yang dirasakan para penderita ALS. Tapi apa sih ALS itu?
Kata ALS bisa jadi masih asing bagi masyarakat awam. namun Stephen Hawking telah mengidap penyakit tersebut selama bertahun-tahun. ALS atau dalam bahasa kedokteran Amyotrophic Lateral Sclerosis merupakan penyakit yang tergolong dalam penyakit saraf motor atau Motor Neuron Disease (MND). Jika diuraikan lebih luas Amyotrophic Lateral Sclerosis berarti: A : tanpa, myo: otot, troph: makanan (substansi untuk hidup dan tumbuh), lateral: sisi (kiri/kanan tulang belakang), sclerosis: pengerasan. Artinya ALS adalah pengerasan (menjadi tak berfungsi) otot yang disebabkan karena otot tidak menerima asupan substansi untuk hidup dan tumbuh.
Pada kenyataanya otot – otot bukannya tidak menerima asupan makanan, melainkan otot tidak dapat menerima perintah dari “pusat kendali” alias otak. ALS adalah penyakit degenerative sel saraf motor. Sel saraf motor merupakan pemicu dan pengendali gerakan otot hampir di seluruh tubuh manusia. Akibatnya bagi penderita ALS adalah pasien tidak bisa leluasa menggerakkan otot sekehendaknya. Sampai saat ini masih belum dapat dipastikan penyebab utama dari penyakit ALS. Yang jelas, karena jumlah sel saraf motor yang sehat semakin berkurang akibat rusak atau mati mengakibatkan semakin sedikit pula perintah dari pengatur saraf pusat yang dapat sampai ke otot.
ALS merupakan penyakit yang progresif, proses motor neutron akan terus berlanjut dan meluas ke semua bagian, dan ini berakibat pada meluasnya otot yang tidak dapat berfungsi. Banyak pasian ALS mengalami kematian akibat meluasnya kelumpuhan otot – otot yang menyerang organ tubuh hingga mengakibatkan sulit bernapas.
Menurut statistic ALS Association Amerika Serikat, jumlah penderita ALS baru sebanyak 2 orang per 100 ribu pertahun, dan angka kematiannya juga antara 1-2 orang per 100 ribu orang pertahun. Hanya 50% pasien ALS yang dapat bertahan hidup lebih dari 3 tahun setelah didiagnosa , sekitar 20% hidup lebih dari 5 th dan 10% lebih dari 10 tahun. ALS banyak menyerang orang berusia 40 – 70 sedangkang jumlah pasien pria 20% lebih banyak dari pada pasien perempuan. 10 % penderita ALS dikarenakan faktor keturunan sedangkan 90% lainnya disebabkan karena beranekaragam faktor
Tanda – tanda penderita ALS :
– Otot – otot kehilangan ketrampilan gerak, sehingga kaku / patah – patah
– Sulit mempertahankan gerakan berulang dengan frekuensi tingi, seperti mengetuk jari ke meja dengn cepat, menggulung lidah dengan cepat.
– Spastisitas. Otot menjadi tegang ketika direngangkan da gangguan pada motor neuron menyebabkan jeda pada relaksasi yang harusnya melawan ketegangan otot.
– Spastic bulbar palsy, spastisitas pada otot – otot bulbar menyebabkan gerakan kaku dan lambat untuk mengunyah, menelan, berbicara, dan terkadang menyebabkan labilitas emosi (kesulitan dalam mengendalikan dorongan menangis dan tertawa yang berlebihan)
– Refleks menjadi hiperaktif
Adapun terapi untuk penderita ALS meliputi:
- Pilih pengobatan yang Anda perlukan untuk mengatasi masalah tertentu seperti bernapas dan makan.
- Pelajari sebanyak mungkin tentang penyakit ALS dan cara mengurangi gejalanya.
- Bergabunglah dalam grup pendukung untuk kondisi ALS
- Jangan putus harapan. Beberapa orang hidup jauh lebih lama dari 5-10 tahun. Beberapa hidup lebih lama dari 10 tahun atau lebih.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
