Connect with us

Pendidikan

Menyimak Cerita Guru Paud yang Mendampingi Bermain di Rumah Para Siswa Selama Pandemi

Diterbitkan

pada

Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Di masa pandemi anak didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terpaksa diliburkan. Jenjang pendidikan non formal ini pun tidak termasuk dalam penerapan Belajar di Rumah (BDR) sesuai edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Namun demikian tak sedikit pengajar PAUD yang rela mendatangi anak-anak untuk mengajak bekajar dan bermain.

Salah satunya, Endah Suryatmi, pengajar pengajar Paud SPS Kasih Ibu, Watugajah rela mendatangi anak didiknya selama masa pandemi. Ibu tiga orang anak ini menceritakan bagaimana konsep Bermain di Rumah diterapkan pada 13 anak didiknya.

Mengingat wilayah tempat tinggalnya tergolong susah sinyal, Endah pun menuturkan ia tetap menghampiri anak-anak didiknya tersebut langsung ke rumah.

Berita Lainnya  Tindak Lanjut Kasus Pasha, ORI Rekomendasikan Disdikpora Gunungkidul Hapus Persyaratan Usia

Saya akui sangat kesulitan dengan sistem daring karena terkendala sinyal. Penyampaian materi belajarnya pun kurang maksimal,” jelas warga Dusun Tamansari, Watugajah ini, Jumat (05/06/2020).

Namun demikian, di tengah keterbatasan, Endah menyebut para orang tua sangat proaktif dalam menghadapi kendala dan situasi saat ini. Terbukti dari respon mereka yang cepat dan langsung memberikan laporan terkait hasil kerja anak-anak.

Anak-anak juga tinggal di lingkungan yang sama, jadi saya tidak harus menempuh perjalanan jauh saat menghampiri anak-anak, ya sedikit membayar rasa rindunya begitu bertemu dengan anak-anak,” kata Endah.

Ia berharap, pandemi covid19 segera pergi. Agar proses belajar mengajar bisa normal seperti sedia kala.

Saya berharap ini segera berakhir ya,” tutup Endah.

Terpsah, Kabis Paud Disdikpora Gunungkidul, Nani Asyfiah mengatakan, selama pandemi memang tidak ada anjuran anak-anak belajar di rumah. Ia mengatakan istilah belajar di rumah diganti menjadi bermain di rumah bagi anak Paud.

Berita Lainnya  Tak Ada Lagi Bantuan Logistik Untuk Pasien Covid19 Yang Isolasi Mandiri

Metode ini dipilih sesuai konsep PAUD yang memang berfokus pada pengembangan karakteristik anak didik. Pada model Bermain di Rumah ini, peran orang tua lebih dimaksimalkan,” papar Nani.

Ia menjelaskan, caranya antara lain dengan mengefektifkan penggunaan grup percakapan di aplikasi WhatsApp. Dimana guru-guru Paud dan para orang tua anak didik bergabung di dalamnya.

Lewat grup ini para guru menyampaikan materi bersifat stimulan seperti apa yang sebaiknya diberikan pada anak-anak selama di rumah. Materinya juga tetap disesuaikan dengan kurikulum,” kata Nani.

Agar orang tua bisa memahami materi yang diberikan, guru-guru Paud diarahkan untuk memberikan materi berupa video contoh yang mudah diikuti oleh anak-anak. Selanjutnya orang tua juga memberikan laporan pada guru bagaimana penerapan materi tersebut di rumah.

Berita Lainnya  Sistem Online Dianggap Tak Efektif, Dinas Tegaskan Pembelajaran Tatap Muka Akan Terus Dilaksanakan

Contohnya materi berupa bagaimana cara mencuci tangan yang benar hingga jenis-jenis makanan bergizi yang perlu diberikan untuk anak-anak usia dini,” imbuh dia.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan Disdikpora Gunungkidul, Nani mengatakan terdapat 1,193 PAUD yang aktif sampai saat ini. Para guru pun diarahkan untuk tetap menyapa para anak didiknya melalui orang tua masing-masing.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler