fbpx
Connect with us

Sosial

Menjanjikannya Bisnis Ternak Murai Batu di Gunungkidul, Per Pasang Berharga Jutaan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Usaha peternakan burung jenis Murai Batu nampaknya memang semakin menjanjikan. Tingginya permintaan konsumen menyebabkan tingginya pendapatan yang diperoleh peternak burung jenis ini di Gunungkidul. Lantaran potensi yang cukup tinggi ini, bahkan banyak diantara para peternak Murai Batu yang rela meninggalkan pekerjaannya demi lebih berkonsentrasi mengelola penangkaran miliknya.

Seperti diungkapkan oleh Fajar warga Seneng RT 03 RW 07, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Berawal dari hobinya dalam mengikuti kontes kicau burung. Dirinya melihat bahwa peminat Murai Batu semakin mengeliat. Dengan peminat yang cukup banyak ini, burung jenis ini memiliki harga yang cukup tinggi. Lantaran hal itulah kemudian ia berpikir untuk membuat penangkaran Murai Batu yang dirasanya sangat menjanjikan tersebut.

Memulai bisnis penangkaran Murai Batu bukan hal yang mudah. Fajar harus rela merogoh tabungannya hingga puluhan juta sebagai modal awal pada 2015 silam. Modal terbesar digunakannya untuk membeli dua pasang burung Murai Batu sebagai pondasi awal usahanya.

"Saya beli dua pasang itu harganya Rp 20 juta. Saya harus bongkar celengan waktu itu," kata Fajar sambil tertawa, Sabtu (27/04/2018) siang ketika ditemui di rumahnya.

Berita Lainnya  Pasrah Lahannya Diamuk Kera Liar, Warga Putat Pilih Libur Bertani

Dengan berbekal pengetahuannya serta pengalaman yang ia miliki, sedikit demi sedikit 2 pasang Murai Batu itu mulai ia kembangkan. Sesuai dengan perkiraannya, permintaan akan anakan Murai Batu mulai membludag dan membuatnya kewalahan. Dengan berani melihat peluang yang ada, ia lantas mulai berpikir untuk menambah jumlah indukan demi memenuhi permintaan.

"Kandang ternak saya ada di Jatiayu, Kecamatan Karangmojo. Saat ini disana ada 10 pasang," imbuh dia.

Diakui Fajar, setiap bulannya jumlah hasil anakan yang dihasilkan tidaklah menentu. Adapun ciri khas ternakan Fajar yakni burung memiliki ring pada kaki kanan dan kirinya yang bertuliskan Bintang Gading dan Kusuma Artha.

Meski demikian, dari hasil penjualan anakan Murai Batu tersebut, uang jutaan berhasil ia raup setiap bulannya.

"Harganya tergantung kwalitasnya, mulai dari Rp 3-4 juta rupiah per pasangnya. Untuk kepercayaan konsumen, saya selalu memberikan jaminan sesuai permintaan seperti jika nantinya jadi betina bisa ditukarkan kembali dan kesehatannya pun terjamin karena saya tidak ingin mengecewakan pelanggan," tambahnya.

Dari hasil yang ia peroleh selama ini, ia mengaku sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu ia mengaku keuntungannya sudah menjadi kendaraan roda empat.

Berita Lainnya  Alami Serangan Monyet Terparah, Petani Kepek Tangguk Kerugian Besar

"Dulu buat tambah-tambah beli mobil. Lumayan disyukuri usahanya," kata dia.

Namun demikian, di balik keuntungan yang menjanjikan terdapat sejumlah kerumitan dalam usahanya itu. Salahsatunya ialah penjodohan dan ketersediaan pakan. Sebab dalam ternak burung Murai harus selalu tersedia pakan alaminya.

"Jangkrik alam, kroto, cacing, ulet kandang, ulet hongkong itu harus ada setiap harinya," kata dia.

Ditambakannya, dalam menjalankan usaha tersebut, ia banyak memberdayakan teman-temannya sebagai tenaga pemasaran. Untuk teman-temannya yang berhasil menjual anakan, nantinya akan diberikan bagi hasil sesuai dengan yang disepakati.

“Selain sangat menguntungkan, saya juga ingin agar keberadaan burung Murai Batu ini selalu terjaga kelestariannya,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler