fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Minimnya Sosialisasi Jadi Sebab Pemanfaatan E Ticketing Kurang Maksimal

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu lalu telah melakukan ujicoba e ticketing retribusi ke sejumlah lokasi wisata. Namun ternyata keberadaan e ticketing sendiri belum begitu diminati oleh para wisatawan.

Kepala Seksi Pengembangan dan Daya Tarik Obyek Wisata Dinas Pariwisata Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan, sejauh ini sistem e ticketing belum diminati. Kurangnya informasi diprediksi menjadi penyebab minimnya minat para wisatawan memanfaatkan fasilitas e ticketing.

Kami sudah berkoordinasi dengan bank pendukung layanan e ticketing untuk menggencarkan sosialisasi melalui media sosial,” jelas Aris, Minggu (01/11/2020).

Padahal, lanjut Aris, aplikasi e ticketing sudah bisa dijalankan. Namun sebagian masyarakat tidak tau dengan adanya fasilitas sehingga baru sekitar 10% wisatawan yang memanfaatkannya.

Pada masa uji coba ini, pihak bank juga masih menyusun konsep branding e ticketing. Konsep yang jelas menurut Aris menjadi penting untuk menarik wisatawan memanfaatkan konsep pembayaran cash less atau non tunai.

Dukungan dari pemerintah sebenarnya sudah maksimal misalnya penyediaan fasilitas penunjang seperti internet,” imbuh Aris.

Selain itu, petugas penarikan retribusi juga sudah dibekali dengan fasilitas e ticketing. Namun begitu pemanfaatan ini masih belum maskimal.

Masih banyak yang memilih bayar tunai,” kata dia.

Salah satu pengunjung Pantai Baron, Astuti mengaku belum mengetahui fasilitas e ticketing pada TPR obyek wisata. Padahal menurutnya di era pandemi seperti ini memang lebih aman menggunakan transaksi non tunai.

Saya tadi bayar cash, padahal kalau seandainya tau bisa bayar non tunai saya malah seneng harapannya juga meminimalisir kontak langsung,” tutup wisatawan asal Sragen ini.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler