Pemerintahan
UMP DIY Naik 4 Persen, Pemerintah Masih Tunggu Pembahasan Untuk Penetapan Kabupaten
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sri Sultan Hamengkubuwono X memastikan Upah Minimum Provinsi di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap naik kendati di tengah pandemi. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY mengusulkan kenaikan UMP sebesar 3,33%. Sementara dari unsur serikat pekerja mengusulkan sebesar 8%. Dewan Pengupahan pun akhirnya memutuskan bahwa UMP 2021 naik sebesar 4%.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnaker Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, secara menyeluruh UMP DIY naik menjadi Rp. 1.765.000,-. Besaran ini naik dimana sebelumnya besaran UMP Rp. 1.705.000,- per bulannya.
“Untuk di Kabupaten Gunungkidul berapa, kami masih akan melaksanakan pembahasan dengan dewan pengupahan,” jelas Ahsan, Sabtu (31/10/2020).
Sebelumnya, kondisi ekonomi yang melemah di masa pandemi membuat Kementrian Tenaga Kerja mengeluarkan Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada masa pandemi corona virus disease-2019. Ada tiga pertimbangkan yang ditekankan oleh Menaker dalam menghadapi penetapan Upah Minimum Provinsin di tengah kondisi pandemi.
Ketiga pertimbangan tersebut antara lain melakukan penyesuaian penetapan nilai upah minimum tahun 2021 sama dengan upah minimum tahun 2020. Selain itu juga melaksanaan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kemudian untuk poin yang ketiga menetapkan upah minimum pada 31 Oktober 2020. Namun demikian, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X mengambil sikap untuk menaikan UMK.

“Akan kami upayakan agar naik,” kata Ahsan.
Saat dikonfirmasi Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Gunungkidul, Budiyono mengatakan pihaknya sudah menerima SE Kemenaker sejak dua beberapa hari yang lalu. Pada awalnya ia berharap kenaikan upah sebesar 40%.
“Tapi kami juga secara intens melakukan komunikasi dengan pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia Gunungkidul,” kata Budi.
Pihaknya mengaku tak bisa berbuat banyak mengingat kondisi pandemi yang membuat angka Kebutuhan Layak Hidup juga menurun. Terlebih pekerja di Gunungkidul menurutnya juga tidak sepanas yang ada di pusat.
“Yang penting kami terus diajak komunikasi sama pemerintah dan juga Aperindo,” tandas dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
