Sosial
Muhammadiyah dan NU Minta Umatnya Sementara Tak Laksanakan Sholat Jumat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kegiatan ibadah Sholat Jumat bagi umat Islam di Kabupaten Gunungkidul pada Jumat (27/03/2020) siang ini diimbau untuk sementara ditiadakan. Adanya pandemi corona yang kini tengah mengintai dua ormas keagamaan terbesar, Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama mengeluarkan himbauan ini.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul, Sadmonodadi menjelaskan, Muhammdiyah sudah menghimbau kepada umatnya untuk sementara meniadakan Sholat Jumat sejak minggu lalu. Imbauan ini, menurut Sadmono, merujuk pada prinsip kedaruratan yang dipedomani oleh Alquran dan Alsunnah Almaqbulah.
“Juga merujuk pada Maklumat pimpinan Muhammadiyah bahwa umat Muhammadiyah diimbau untuk melakukan ibadah Sholat jumat dan melaksanakan sholat fardhu di rumah saja,” jelasnya.
Sementara itu, untuk sholat fardhu berjamaah khususnya di Masjid Al Ikhlas Wonosari diselenggarakan secara terbatas untuk jamaah rutin. Para jamaah sendiri diminta untuk membawa sajadah masing-masing.
“Sementara untuk jamaah yang kurang fit, jangan pergi ke Masjid dahulu,” ujar dia.

Senada dengan organisasi Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gunungkidul H. Arif Gunadi memaparkan, umat NU juga dihimbau tidak melaksanakan Sholat Jumat. Hal ini dilakukan mengingat sudah terdapat pertimbangan dan landasan hukum yang sangat kuat dengan memperhatikan aspek maslahah.
“Dengan demikian warga Nahdiyin diminta untuk tidak melanggar kebaikan sosial strategis yang sudah diatur dalam norma sosial tersebut. Jaga jarak salah satu pertimbangannya agar tidak terpapar Corona,” tegas dia.
Ia meminta jamaah dapat mengerti dan memahami larangan atau himbauan ini. Menurutnya, bukan soal ibadah yabg dilarang akan tetapi berkaitan dengan perkumpulan mafsadah.
“Jadi harus ditaati karena hanya dalam keadaan darurat dan bersifat sementara,” tukas Arif Gunadi.
Terpisah Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah mengatakan, dari Kemenag sendiri tidak melarang namun juga tidak memperbolehkan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang. Hal ini meracu pada pandemi Covid19 yang kian mewabah.
“Kami serahkan kepada masing-masing ulama untuk mengatur umat, demi kemaslahatan bersama,” tandas Aidi.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized1 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
