Sosial
Target 30% Penurunan Mobilitas, Sejumlah Ruas Jalan di Pusat Kota Akan Ditutup
Wonosari (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Gunungkidul, saat ini sejumlah ruas jalan di pusat kota Wonosari dilakukan penyekatan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama masa PPKM Darurat.
Sebelumnya, pada awal penerapan PPKM Darurat, mobilitas mayarakat dinilai telah turun sebanyak 16%. Namun penurunan tersebut dinilai belum memenuhi target dari pemerintah pusat yakni penurunan sebanyak 30% pada mobilitas masyarakat. Langkah penyekatan jalan kemudian dilakukan guna menghalau warga yang akan pergi ke pusat-pusat potensi keramaian.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Sakti mengungkapkan, pihaknya akan menutup tiga ruas jalan di pusat kota Wonosari. Langkah penyekatan jalan dilakukan setelah melalui koordinasi dan telah disetujui oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul.
“Penyekatan akan dilakukan hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang atau sampai masa PPKM Darurat tidak diberlakukan lagi,” tandas AKP Martinus pada media, Senin (12/07/2021).
Ia menambahkan, tiga jalan yang dilakukan penyekatan ialah dua ruas jalan yang berada di sisi sebelah barat dan timur Alun-alun Wonosari, serta jalan Taman Parkir di depan Pasar Argosari Wonosari. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di ruas jalan Simpang Tiga Pasar Besole. Bagi kendaraan dari timur yang melaju ke arah barat atau pusat Kota Wonosari tidak diperbolehkan melalui jalur ke barat itu.

“Kendaraan dari barat pada jalan simpang tiga pasar besole akan diarahkan ke selatan, serta kendaraan yang dari selatan akan diarahkan ke timur,” sambung AKP Martinus.
Adanya langkah lanjutan penyekatan jalan ini akan semakin berdampak terhadap para pedagang khususnya di Taman Kuliner Wonosari. Salah seorang pedagang di Taman Kuliner Wonosari, Anas mengeluhkan sejak adanya PPKM Darurat ini, hasil penjualannya menurun drastis. Anas mengungkapkan, jika saat ini hasil penjualannya dapat menurun hingga 80% sejak pelaksanaan PPKM Darurat. Omsetnya diperkirakan akan semakin terjun bebas manakala pemerintah menerapkan penutupan jalur itu.
“Hasil penjualan bisa turun sampai 80%, apalagi ditambah penyekatan di jalan masuk. Orang-orang jadi enggan kalau mau lewat,” keluh Anas.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
