Sosial
Kerja 12 Jam Per Hari, PMI Gunungkidul Telah Gelontor 10.000 Liter Disinfektan di Ratusan Titik
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebaran Pandemi Covid19 cukup sangat membuat masyarakat gelisah. Ketakutan tertular virus yang memang sangat mudah tersebar ini terus menghantui kehidupan masyarakat. Sejumlah sektor lumpuh dan tentunya sangat berimbas kepada kehidupan. Saat ini, semua lapisan masyarakat turut bahu membahu memerangi sebaran penyakit mematikan ini.
Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi salah satu garda terdepan dalam penghalauan virus corona di Gunungkidul. Sejak satu minggu terakhir ini, para petugas PMI sangat sibuk. Ratusan tempat baik kantor pemerintah, kantor swasta, sekolah hingga rumah ibadah telah disambangi untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Tercatat sudah sepuluhan ribu liter stok cairan disinfektan dari Perancis yang telah digelontorkan oleh PMI Gunungkidul guna ikut memerangi wabah corona.
Sejak Jumat (20/03/2020) silam, PMI Kabupaten Gunungkidul memang mempersilahkan masyarakat untuk memohon bantuan penyemprotan disinfektan. Satu per satu pengajuan masuk kemudian oleh petugas dibuat jadwal penyemprotan.
“Kami memprioritaskan fasilitas umum yang sering didatangi masyarakat untuk dijadwalkan yang utama. Menurut protokol penanganan corona, memang tempat ramai yang akan mudah menyebarkan virus,” ungkap Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo Jumat pagi.
Di samping fasilitas umum, pihaknya juga memprioritaskan tempat ibadah. Namun ia sedikit bersyukur yang mana melalui pemuka agama, umat sudah diimbau untuk beribadah di rumah.

“Tapi semua tempat ibadah sudah kami sterilkan,” imbuh dia.
Kemudian, yang menjadi prioritas selanjutnya ialah lokasi pelayanan masyarakat yang masih beroperasi. Secara bertahap, pihaknya akan menyasar seluruh tempat yang harus dilakukan penyemprotan disinfektan.
Satu minggu ini, pihaknya sudah mengeluarkan 10.000 liter untuk 140 lokasi di Gunungkidul. Menurut Iswandoyo, disiinfektan yang dipergunakan saat ini merupakan stok lama yang selama disimpan oleh PMI. Disinfektan yang dipergunakan sendiri dipaparkannya sangat berkualitas lantaran memang didatangkan dari Perancis.
“Kami pastikan disinfektan PMI aman dari sisi kesehatan dan tidak merusak,” kata Iswandoyo.
Setiap harinya, sebanyak 12 personil yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) bertugas untuk melaksanakan penyemprotan di lapangan. Pihaknya juga menurunkan tiga petugas tambahan untuk melakukan persiapan atau mencampurkan larutan.
“Memang mereka capek, kerja dari jam 9.00 WIB hingga 21.00 WIB karena memang permintaan sangat banyak. Mereka kami berikan multivitamin agar imunitas tetap terjaga,” ujarnya.
Iswandoyo sendiri mengaku seringkali mengikuti penyemprotan ke 140 titik tersebut. Menurutnya ada hikmah di balik virus ini. Masyarakat saat ini mulai sadar bahwa kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan.
“Seperti budaya cuci tangan, inikan juga dulu sangat jarang masyarakat kita,” jelas Is.
Di sisi lain, mantan Camat Wonosari tersebut mengaku juga ada banyak duka yang dialami petugas. Seringkali mereka banyak mendapatkan kalimat yang tidak menyenangkan dari para warga masyarakat yang tidak sabar untuk mendapatkan giliran penyemprotan. Namun begitu, hal ini ia pastikan tidak akan meluluhkan semangat para personel dalam melaksanakan tugasnya.
“Ya ada satu dua, minta cepat padahal antri banyak sekali,” beber Is.
Dikatakan Is, semua peralatan hingga cairan ini diberikan gratis. Ia tidak mematok tarif sama sekali.
“Asalkan masyarakat jangan abai dengan bulan dana PMI yang satu KK Rp. 2ribu, besaran sangat kecil tapi ini untuk peristiwa darurat seperti saat ini sangat berarti,” tukasnya.

Selain PMI, salah satu anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Gunungkidul, Timbul Suryanto tak segan-segan merogoh kocek pribadi untuk memberikan cairan disinfektan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan Timbul untuk meredam kekhawatiran masyarakat.
“Meskipun bukan masyarakat di daerah pilih saya dulu, tapi monggo yang butuh bisa menghubungi saya langsung,” kata Timbul.
Pihaknya pun sejauh ini telah melakukan penyemprotan disinfektan di tiga desa dari berbagai Kecamatan di Gunungkidul. Menurutnya, dengan semakin solidnya masyarakat dalam melawan, virus Corona ini akan segera musnah.
“Apalagi banyak perantau yang datang ditambah banyak ODP, penyemprotan disinfektan kami harap sedikit menenangkan,” tandas dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
