fbpx
Connect with us

Sosial

Kerja 12 Jam Per Hari, PMI Gunungkidul Telah Gelontor 10.000 Liter Disinfektan di Ratusan Titik

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sebaran Pandemi Covid19 cukup sangat membuat masyarakat gelisah. Ketakutan tertular virus yang memang sangat mudah tersebar ini terus menghantui kehidupan masyarakat. Sejumlah sektor lumpuh dan tentunya sangat berimbas kepada kehidupan. Saat ini, semua lapisan masyarakat turut bahu membahu memerangi sebaran penyakit mematikan ini.

Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi salah satu garda terdepan dalam penghalauan virus corona di Gunungkidul. Sejak satu minggu terakhir ini, para petugas PMI sangat sibuk. Ratusan tempat baik kantor pemerintah, kantor swasta, sekolah hingga rumah ibadah telah disambangi untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Tercatat sudah sepuluhan ribu liter stok cairan disinfektan dari Perancis yang telah digelontorkan oleh PMI Gunungkidul guna ikut memerangi wabah corona.

Sejak Jumat (20/03/2020) silam, PMI Kabupaten Gunungkidul memang mempersilahkan masyarakat untuk memohon bantuan penyemprotan disinfektan. Satu per satu pengajuan masuk kemudian oleh petugas dibuat jadwal penyemprotan.

“Kami memprioritaskan fasilitas umum yang sering didatangi masyarakat untuk dijadwalkan yang utama. Menurut protokol penanganan corona, memang tempat ramai yang akan mudah menyebarkan virus,” ungkap Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo Jumat pagi.

Di samping fasilitas umum, pihaknya juga memprioritaskan tempat ibadah. Namun ia sedikit bersyukur yang mana melalui pemuka agama, umat sudah diimbau untuk beribadah di rumah.

Berita Lainnya  Kurang Berani dan Semangat, Kaum Milenial Terus Didorong Mau Terjun ke Dunia Pertanian

“Tapi semua tempat ibadah sudah kami sterilkan,” imbuh dia.

Kemudian, yang menjadi prioritas selanjutnya ialah lokasi pelayanan masyarakat yang masih beroperasi. Secara bertahap, pihaknya akan menyasar seluruh tempat yang harus dilakukan penyemprotan disinfektan.

Satu minggu ini, pihaknya sudah mengeluarkan 10.000 liter untuk 140 lokasi di Gunungkidul. Menurut Iswandoyo, disiinfektan yang dipergunakan saat ini merupakan stok lama yang selama disimpan oleh PMI. Disinfektan yang dipergunakan sendiri dipaparkannya sangat berkualitas lantaran memang didatangkan dari Perancis.

“Kami pastikan disinfektan PMI aman dari sisi kesehatan dan tidak merusak,” kata Iswandoyo.

Setiap harinya, sebanyak 12 personil yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) bertugas untuk melaksanakan penyemprotan di lapangan. Pihaknya juga menurunkan tiga petugas tambahan untuk melakukan persiapan atau mencampurkan larutan.

“Memang mereka capek, kerja dari jam 9.00 WIB hingga 21.00 WIB karena memang permintaan sangat banyak. Mereka kami berikan multivitamin agar imunitas tetap terjaga,” ujarnya.

Iswandoyo sendiri mengaku seringkali mengikuti penyemprotan ke 140 titik tersebut. Menurutnya ada hikmah di balik virus ini. Masyarakat saat ini mulai sadar bahwa kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan.

“Seperti budaya cuci tangan, inikan juga dulu sangat jarang masyarakat kita,” jelas Is.

Di sisi lain, mantan Camat Wonosari tersebut mengaku juga ada banyak duka yang dialami petugas. Seringkali mereka banyak mendapatkan kalimat yang tidak menyenangkan dari para warga masyarakat yang tidak sabar untuk mendapatkan giliran penyemprotan. Namun begitu, hal ini ia pastikan tidak akan meluluhkan semangat para personel dalam melaksanakan tugasnya.

Berita Lainnya  Laporan Keuangan Gelap, Kades Minta Sengketa Penjualan Belasan Ribu Jati Diselesaikan di Ranah Hukum

“Ya ada satu dua, minta cepat padahal antri banyak sekali,” beber Is.

Dikatakan Is, semua peralatan hingga cairan ini diberikan gratis. Ia tidak mematok tarif sama sekali.

“Asalkan masyarakat jangan abai dengan bulan dana PMI yang satu KK Rp. 2ribu, besaran sangat kecil tapi ini untuk peristiwa darurat seperti saat ini sangat berarti,” tukasnya.

Selain PMI, salah satu anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Gunungkidul, Timbul Suryanto tak segan-segan merogoh kocek pribadi untuk memberikan cairan disinfektan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan Timbul untuk meredam kekhawatiran masyarakat.

“Meskipun bukan masyarakat di daerah pilih saya dulu, tapi monggo yang butuh bisa menghubungi saya langsung,” kata Timbul.

Pihaknya pun sejauh ini telah melakukan penyemprotan disinfektan di tiga desa dari berbagai Kecamatan di Gunungkidul. Menurutnya, dengan semakin solidnya masyarakat dalam melawan, virus Corona ini akan segera musnah.

“Apalagi banyak perantau yang datang ditambah banyak ODP, penyemprotan disinfektan kami harap sedikit menenangkan,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler