fbpx
Connect with us

Peristiwa

Muncul Kluster Baru di Tepus, Rekor Penambahan Kasus Positif Covid Terbanyak Terjadi di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Beberapa pekan terakhir kasus terkonfirmasi positif covid19 di Kabupaten Gunungkidul melonjak drastis. Seperti Senin (14/06/2021) ini, terjadi ledakan kasus covid19 yang luar biasa yaitu, 102 orang kasus terkonfirmasi positif anyar. Jumlah ini merupakan rekor terbanyak penambahan corona di Bumi Handayani selama pandemi. Dinas juga menyebutkan ada kluster baru dalam penyebaran maupun penularannya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengutarakan, ada 8 kluster besar yang saat ini aktif dan menjadi fokus penanganan bersama diantaranya Pabrik Tas di Bandung, Tahlilan di Dengok, Hajatan di Girisekar, Tamu Keluarha di Girisekar, Tunangan di Karangmojo, Ponpes di Playen, Rasulan di Tanjungsari, dan yang baru adalah kluster Hajatan di Kapanewon Tepus.

“Hari ini ada tambahan 102 dan ada tambahan kluster baru yang cukup besar yaitu hajatan di Kapanewon Tepus, 42 orang terkonfirmasi positif covid19,” kata Dewi Irawaty.

Ia memperkirakan jumlah ini akan terus naik signifikan. Sebab sampai sekarang tracing terus dilakukan terhadap orang yang kontak dengan terkonfirmasi positif.

“Kami masih lakukan tracing terus. Kemungkinan beberapa hari kedepan masih akan bertambah dengan jumlah yang lumayan,” imbuhnya.

“Mayoritas dari mereka menjalani isolasi mandiri karena tanpa gejala,” jelas Dewi.

Dewi menghimbau agar masyarakat semakin memperketat protokol kesehatan dalam menjalankan kegaitan sehari-hari. Hal ini tak lain untuk mencegah terjadinya penularan yang terus meluas.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugoho menambahkan bahwa Covid-19 ini memang benar-benar ada. Untuk itu dirinya berpesan kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan penerapan protokol kesehatan ditengah beragam aktifitas.

“Penerapan protokol kesehatan harus lebih ketat dalam segala kegiatan dan aktifitas masyarakat. Jangan terlena dengan kondisi yang sempat landai, kalau tidak tertib protokol ya ditindak tegas,” ucap Heri.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler