fbpx
Connect with us

Sosial

Musim Tanam, Petani Ramai-ramai Jaminkan Perhiasan di Pegadaian

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Sudah memasukinya musim penghujan menandakan masa tanam petani sudah dimulai. Tak jarang untuk menambah modal pertanian di masa tanam ini, petani menggadaikan asetnya. Pada awal masa tanam seperti ini, petani memang membutuhkan cukup banyak uang dalam membeli berbagai kebutuhan pertanian seperti bibit, pupuk, dan untuk membayar tenaga sewaktu mengolah lahan pertanian.

Adapun masuknya masa tanam ini juga berimbas pada omset Pegadaian Gunungkidul. Saat ini, peningkatan omset bahkan mencapai puluhan persen yang sebagian diantara nasabahnya merupakan petani.

Pengelola Unit Pelayanan Cabang Pegadaian Gunungkidul, Yanti Werdiningsih, mengungkapkan, saat memasuki musim tanam seperti sekarang ini, jumlah masyarakat yang menggadaikan asetnya memang mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan tersebut dipicu sudah memasukinya musim hujan yang mana para petani mulai mengolah lahan pertaniannya. Aset yang digadaikan pun bermacam-macam, namun dari catatannya mayoritas aset yang digadaikan ialah perhiasan.

“Mayoritas yang digadaikan itu perhiasan emas, karena barangnya yang kecil tapi punya nilai yang tinggi,” ucapnya, Senin (22/11/2021).

Pada hari biasa, masyarakat yang menggadaikan di UPC Pegadaian Gunungkidul adalah sebanyak 25 hingga 30 orang. Namun ketika musim tanam tiba, peningkatan jumlah masyarakat yang menggadaikan asetnya mencapai 20%. Menurutnya, menggadaikan aset menjadi alternatif yang cukup mudah untuk menambah modal dalam hal pertanian karena persyaratannya yang tak begitu rumit.

“Setiap tahun pas musim tanam tiba selalu ada peningkatan masyarakat yang menggadaikan asetnya, khususnya petani. Untuk perhiasan, jangka waktu penebusannya itu 4 bulan. Ya memang hampir sama dengan masa tanam hingga masa panen petani. Itu pun masih bisa diperpanjang kalau untuk perhiasan emas,” sambungnya.

Namun ketika diterapkan PPKM di Gunungkidul, ia menyampaikan justru tidak terjadi peningkatan masyarakat yang menggadaikan asetnya. Menurut Yanti, hal tersebut karena bisa jadi masyarakat lebih memilih menggadaikan surat-surat kendaraan atau surat berharga lainnya ke bank yang mungkin memiliki nilai gadai tinggi.

“Kalau pas masa PPKM dari Juli itu stabil ya, tidak ada peningkatan masyarakat yang melakukan pegadaian. Justru pas musim hujan ini naiknya,” jelasnya.

“Biasanya kalau petani itu setelah panen langsung menebus asetnya, tapi kalau sudah punya uang sebelum jatuh tempo ya langsung ditebus,” tutup Yanti.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler