Connect with us

Pemerintahan

Nama Dirubah, Kecamatan Diharapkan Lebih Leluasa Akses Dana Keistimewaan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul berharap agar banyak pihak mampu mengakses dana keistimewaan (dana is). Hal tersebut nantinya akan menambah keleluasaan dalam pengembangan seni dan budaya di Gunungkidul.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono mengatakan, dirinya berharap ada keputusan terkait dengan perubahan nama dari kecamatan menjadi kapanewon. Hal tersebut nantinya akan berdampak pada kemudahan dalam mengakses dana keistimewaan. Sehingga kegiatan yang bersinggungan langsung dengan kebudayaan dapat dikembangkan melalui danais.

Dengan keleluasaan yang lebih dari kecamatan dalam mengakses dana is itu, maka dapat berdampak pada dorongan melestarikan kebudayaan di Gunungkidul. Ia mengambil contoh, adanya seni tari tayub di Kecamatan Semin saat ini terkendala beberapa hal salah satunya adalah anggaran.

Berita Lainnya  Lurah Mundur Karena Nyaleg, Pemkab Tunjuk Pj

“Kalau sudah terealisasi (perubahan nama kecamatan) nanti untuk mengakses dana is semakin mudah. Sehingga tradisi-tradisi yang saat ini tergerus mampu kita bangkitkan lagi,” kata Agus, Senin (23/09/2019).

Agus menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam pelestarian budaya maupun kesenian yang ada di Gunungkidul. Salah satunya dengan hibah gamelan yang tahun ini diperkirakan akan selesai pengadaannya.

Ia menambahkan, selain perubahan nama kecamatan menjadi Kapanewon namun juga akses Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk dapat mengakses dana Is juga diharapkan dapat segera terealisasi. Sehingga pengembangan kebudayaan tidak hanya diampu oleh dinas kebudayaan saja, melainkan OPD lain yang memiliki kaitan dengan pengembangan kebudayaan di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Pembelajaran Daring Berkepanjangan Picu Penurunan Kualitas Pendidikan Hingga 20%

“Kami sedang berusaha untuk tahun depan OPD-OPD yang terkait dengan pekerjaan kebudayaan dapat menjadi pengguna anggaran langsung bukan kuasa pengguna anggaran. Jadi kalau pengguna anggaran langsung dari Surat Keputusan (SK) Gubernur, kalau kuasa pengguna anggaran itu dari dinas yang bersangkutan,” terang Agus.

Ia mencontohkan saat ini Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) menjadi Kuasa Pengguna Anggaran untuk menggarap gedung Taman Budaya. Pihaknya berharap dua OPD lain seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga dapat memgakses dana is.

“Dua OPD itu sangat berkaitan dengan kebudayaan dan pengembangannya. Karena mereka saling berkaitan. Contohnya kegiatan budaya, karena dalam kebudayaan banyak sekali produknya seperti makanan khas atau tradisional, lalu juga ada souvenir-souvernir yang membutuhkan pemasaran,” beber Agus.

Selain itu kegiatan kebudayaan juga bisa disandingkan dengan Pariwisata dan dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan di Gunungkidul. Sehingga menurutnya dengan sinergitas ini mampu menciptakan Gunungkidul yang berbudaya di tengah gencarnya pariwisata.

Berita Lainnya  Empat Pasar di Jalur Wisata Ini Bakal Dapat Jatah Pembangunan Kios Anyar

Sebelumnya, Sesepuh Kelompok Tari Tayub Legorini, Gunem mengungkapkan Desa Karangsari, Kecamatan Semin saat ini sudah tidak ada regenerasi penari Tayub. Hal ini membuat pihaknya kerapkali kekurangan penari. Saat hal ini terjadi, maka kemudian ia harus mengambil penari di luar penari tayub.

“Saya pengennya ada yang melanjutkan jadi tetap lestari, sekarang remaja lebih memilih untuk merantau ke Jakarta daripada menjadi penari Tayub” keluhnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler