Sosial
Segera Mulai Dibangun, Rumah Baru Untuk Puluhan Korban Siklon Cempaka Rampung Desember
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebanyak 94 Kepala Keluarga yang terdampak siklon cempaka 2017 silam akan segera mendapatkan rumah baru. Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang terdampak bencana dipastikan akan selesai Desember tahun ini.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Gunungkidul, Handoko menjelaskan, masing-masing Kepala Keluarga terdampak akan mendapatkan bantuan rumah senilai Rp. 78.801.000,- termasuk biaya kontraktor. Adapun anggaran sendiri bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang telah dihibahkan kepada Pemkab Gunungkidul. Rumah terdampak bencana tersebut akan dibangun sama dengan tipe 36.
“Tidak ada yang khusus dari bangunan rumah tersebut. Namun kami rekomendasikan untuk desain harus tahan gempa,” ucap Handoko kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (17/09/2019).
Lebih lanjut Handoko mengatakan, pihaknya hanya khusus menganggarkan rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun demikian pihaknya mengatakan, ada sejumlah KK yang berada di lokasi sangat rawan melakukan relokasi mandiri ataupun menempati sultan ground.
“Dari 94 rumah yang kami rehab, ada 11 diantaranya yang menggunakan tanah sultan ground. Namun sudah diproses izinnya dan ini sah-sah saja karena anggaran dari pusat hanya untuk rehab rekon,” kata dia.

Adapun kecamatan yang mendapat bantuan rehab dan rekon rumah ialah Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Ponjong dan Tepus. Sedangkan kesebelas KK yang menempati Sultan Ground merupakan warga Kelurahan Manggung, Ngipik dan Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari. Warga terpaksa direlokasi ke tanah Sultan Ground lantaran lahan yang selama ini mereka tinggali sangat rawan longsor.
“Ini untuk mengantisipasi jika nanti terjadi bencana serupa, makanya harus dipindah ke lokasi yang lebih aman,” ujar Handoko.
Sementara itu, Kepala Bidang Fisik Prasarana Bappeda Kabupaten Gunungkidul, Bambang Riyanto menambahkan, pada saat terjadinya siklon Cempaka, pihaknya mencatat ada 150 rumah yang terdampak. Namun demikian, dalam prosesnya, yang disetujui adalah 101 unit. Jumlah ini kembali berkurang dalam proses verifikasi ulang. Dalam proses ini, ada 94 rumah yang kemudian mendapatkan bantuan.
“Yang tujuh rumah ada yang dibantu CSR, atau sejumlah pihak ada pula yang diperbaiki organisasi sosial,” kata Bambang.
Oleh karenanya, agar nantinya tidak menimbulkan kecemburuan sosial antara masyarakat yang mendapat bantuan dan tidak, pihaknya mengimbau kepada kontraktor untuk menggunakan tenaga setempat. Sehingga anggaran pembangunan juga dapat dirasakan masyarakat sekitar.
“Kami memang mengimbau, untuk tukang ambil dari sekitar wilayah rumah yang akan dibangun,” pungkasnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
