fbpx
Connect with us

Peristiwa

Nelayan Gantung Diri di Pohon Akasia

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Deretan kasus gantung diri di Gunungkidul terus bertambah. Kamis (05/08/2021) pagi tadi, Tugiran (53) warga Padukuhan Sumuran, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari ditemukan tewas gantung diri. Belum diketahui secara pasti penyebab pria tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut.

Kapolsek Tanjungsari, AKP Wijayadi mengungkapkan, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh Yulianti (26) sekitar jam 05.30 WIB. Saat itu, Yulianti yang mendapati Tugiran tidak berada di dalam rumah kemudian mencari ke luar pekarangan. Belum jauh mencari, ia melihat sesosok tubuh sudah dalam kondisi tergantung di sebatang pohon Akasia.

Tangis Yuliati langsung pecah setelah mengetahui bahwa sosok yang dilihatnya tersebut adalah Tugiran. Adapun lokasi pohon yang digunakan untuk gantung diri tersebut berjarak 50 meter dari rumahnya.

“Korban ini nelayan, biasanya kalau pagi pamit ke Yulianti mau ke pantai. Tadi pagi tidak pamit mau pergi tapi tidak ada di dalam rumah sehingga dicari,” kata AKP Wijayadi, Kamis (05/08/2021) siang.

Melihat Tugiran sudah dalam kondisi gantung diri, Yulianti kemudian histeris meminta pertolongan. Warga kemudian berdatangan dan melaporkan kejadian ini ke Polsek dan Puskesmas setempat.

“Korban kami evakuasi kemudian dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian dan Puskesmas. Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban. Dia meninggal murni karena gantung diri,” paparnya.

Dalam melancarkan aksi gantung diri tersebut, Tugiran menggunakan sebuah tali yang dikaitkan dengan dahan akasia. Dia juga memanjat pohon tersebut. Menurut Kapolsek, hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengambilan keterangan untuk mengetahui motif Tugiran nekat melakukan gantung diri.

“Setelah pemeriksaan kami serahkan ke pihak keluarga. Belum diketahui mengenai penyebabnya apa,” ucapnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler