fbpx
Connect with us

Peristiwa

Niat Berburu, Dua Warga Boyo Justru Temukan Mayat Laki-laki Membusuk

Published

on

Gedangsari,(pidjar.com)–Warga Padukuhan Pace B, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang tergeletak di tebing Gunung Payung wilayah setempat pada Sabtu (17/10/2020) malam. Saat ditemukan oleh warga, kondisi masyat sulit dikenali karena sudah rusak bahkan di sekitarnya juga tidak ditemukan identitasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, Sabtu malam Sumarno dan Jumiyo warga Padukuhan Boyo, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari bermaksud mencari puthul di sekitar ladang Hargomulyo. Namun setibanya di bawah Gunung Payung tepatnya Padukyhan Pace B, keduanya justru mencium bau busuk yang sangat menyengat.

Merasa terganggu dengan bau tersebut, keduanya kemudian berusaha mencari sumbernya. Beberapa meter berjalan, tepat di bawah pohon justru ditemui layaknya orang tergeletak.

Berita Lainnya  Diculik dan Disekap di Dalam Mobil, Perhiasan Bocah SD Dipreteli Sekelompok Pria

Mereka selanjutnya berusaha mendekat untuk memastikan apakah benar sumber bau tersebut dari situ. Ternyata benar, sosok yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dan membusuk. Bahkan sulit dikenali.

“Warga kemudian melapor ke Polsek Gedangsari kemudian anggota ke lokasi kejadian,” terang AKP Solechan, Kapolsek Gedangsari saat dikonfirmasi.

Karena pertimbangan waktu dan medan yang sulit serta curam, evakuasi sendiri baru dilakukan pada Minggu (18/10/2020) tadi. Dari ciri-ciri yang ada mayat tersebut adalah seorang laki-laki lengkap dengan pakaian menggunakan celana jeans abu-abu dan kaos berwarna ungu kuning bertuliskan monster.

Tak hanya itu, tepat di atas batu yang terletak di atas jasad tersebut terdapat sendal yang berlumur darah kering. Kondisi yang sudah membusuk dan sulit dikenali dimungkinkan sudah meninggal 2 minggu.

Berita Lainnya  Masih Berusia Anak, Pelajar Pelaku Pencabulan Jalanan Tidak Ditahan

“Kami baru selesai evakuasi jenazah dibawa ke Bidokkes RS Bhayangkara Polda DIY untuk autopsi. Tidak beridentitas juga, koordinasi dengan lintas tentu kami lakukan,” tandas Solechan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler